26 Januari 2026

Opini

Lumpur Menghentikan Aktivitas Akademik: Tuntutan Alat Berat untuk Ummul Ayman Pidie Jaya

Oleh Dr. Tgk. Mahdir Muhamammad OPINI - Banjir yang melanda wilayah Pidie Jaya tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga meninggalkan lumpur tebal yang kini menghambat aktivitas pendidikan di

Mengapa Kita Perlu Berhenti Menyebut Trauma Healing dalam Penanganan Bencana

OPINI - Setiap kali bencana terjadi, istilah trauma healing hampir selalu muncul di ruang publik. Istilah ini terdengar baik, empatik, dan seolah menjadi jawaban atas penderitaan psikologis para

Ketika Istana Terlalu Jauh dari Jerit Rakyat

Penulis : Sri Radjasa (Pemerhati Intelijen) OPINI - Doa orang-orang yang teraniaya selalu menemukan jalannya sendiri. Dalam khazanah keimanan, jerit kaum lemah diyakini menembus sekat-sekat

Indonesia dalam Cengkeraman Kepribadian Otoritarian

Penulis : Sri Radjasa (Pemerhati Intelijen) OIPINI - Demokrasi tidak selalu runtuh oleh kudeta atau kekerasan terbuka. Dalam banyak kasus modern, ia justru melemah secara perlahan, melalui

Di Tengah Banjir Aceh, Negara Sudah Datang, Namun Belum Sepenuhnya Tiba

Penulis : T. A. Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H (Mantan Pangdam Iskandar Muda, Tokoh Masyarakat Aceh) OPINI - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa pekan terakhir

Catatan Banjir, Pidie Jaya dan Museum Lumpur

OPINI - Pidie Jaya hari ini tampak tenang di permukaan, seolah bencana telah berlalu bersama surutnya air bah. Namun ketenangan itu menipu. Di baliknya, lumpur masih setia menetap di rumah-rumah

Jika Saya Menjadi Haji Mirwan: Krisis Kekuasaan dan Taruhan Legitimasi Politik Lokal

Penulis : Teuku Mudasir (Cek Mu) – Tokoh Masyarakat Aceh Selatan OPINI - Penonaktifan Haji Mirwan dari jabatan Bupati Aceh Selatan selama tiga bulan oleh Menteri Dalam Negeri menandai lebih

Rumah Terendam dan Berlumpur, Namun Tangan Warga Pidie Jaya Tetap Terulur

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Deru mesin mobil pick up menjadi irama harapan di jalan-jalan Pidie Jaya. Dari berbagai gampong, puluhan kendaraan bergerak menuju titik-titik pengungsian, membawa lebih dari

Pidie Jaya Tidak Sendiri: Seruan Kemanusiaan untuk Menguatkan Saudara Kita yang Dilanda Banjir

OPINI - Saat air bah merendam rumah, menutup jalan, dan memaksa sebagian saudara kita mengungsi dari tempat yang mereka cintai, Pidie Jaya kembali diuji. Namun di balik kesedihan itu, ada cahaya

Ketika Debu Menggantikan Banjir: Seruan Mendesak di Pidie Jaya untuk Penyiraman Jalan dan Tindakan Cepat Pemerintah

Oleh: Tgk. Mahdir Muhammad OPINI - Pasca banjir yang melanda Pidie Jaya, masyarakat masih berjuang memulihkan kondisi lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Namun setelah air surut, muncul

logo