18 April 2024
Ekonomi

Wakil Ketua DPRK Pidie Jaya Berang Lokasi Pasar Murah Tidak Merata

Foto : Wakil ketua DPRK Pidie Jaya, H Syahrul Nurfa SH | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, H Syahrul Nurfa SH merasa kecewa dan berang terhadap salah satu SKPK teknis. Pasalnya dalam menjalankan program menekan laju inflasi dengan melaksanakan Operasi Pasar Murah tidak merata ke semua kecamatan.

Misalnya program pasar murah yang dilaksanakan Disperindagkop Pidie Jaya di bulan Desember 2022 ini, sejumlah delapan titik. Seharusnya setiap kecamatan mendapatkan satu titik, tapi kenyataannya tidak demikian. Ada kecamatan yang tidak dapat jatah dan ada kecamatan yang dapat dua kali," ujar H Syahrul politisi Nasdem ini, Minggu (18/12/2022)

"Dari data yang ada Kecamatan Jangka Buya tidak mendapatkan jatah pelaksanaan pasar murah untuk program TPID akhir tahun ini. Padahal kecamatan pesisir ini merupakan daerah termiskin di Pidie Jaya. Jangan terus menerus warga kami dizalimi," ketus Wakil Rakyat ini yang juga berdomisili di kecamatan tersebut.

Secara terpisah, Sekretaris Tim Pengendali Infasi Daerah (TPID) Kabupaten Pidie Jaya, Muhali dikonfirmasi liputangampongnews.id via pesan What'sApp, Minggu (18/12) menjelaskan berdasarkan Data Bank Indonesia, Kabupaten Pidie Jaya termasuk daerah yg pengendalian inflasinya lebih baik jika dibandingkan daerah lain di Aceh.

Namun demikian Pidie Jaya tetap menjalankan beberapa program dalam penanganan inflasi yang diakui oleh pemerintah Pusat dan Provinsi sesuai arahan pasca kenaikan BBM. Dengan berbagai sumber pendanaan sesuai mekanisme penggunaannya.

"Diantara program yang dijalankan adalah pasar murah, gerakan tanam, budidaya perikanan, peternakan, subsidi transportasi sekolah, dan melakukan survey rutin terhadap bahan pokok masyarakat." akui Kabag Ekonomi Sekdakab Pidie Jaya

Sekretariat TPID yang di Ketua oleh Pak Sekda, Ir. Jailani Bramat serta anggota nya beberapa SKPK teknis. Semuanya memiliki tugas untuk memantau program itu berjalan dengan baik dan inflasi Pidie Jaya dapat terkendali. Serta menyiapkan pelaporan tingkat inflasi daerah secara umum kepada pemerintah Pusat dan Provinsi." pungkas Muhalil

"Terkait lokasi, volume, dan penerima manfaat serta teknik pelaksanaan kegiatan pasar murah tersebut, maka menjadi kewenangan dinas teknis yang melaksanakannya, dalam hal ini Disperindagkop," sebutnya.

Sebagai informasi, Inflasi Pidie Jaya pada bulan November 2022 berada pada angka (-0,13) persen alias Turun atau Deflasi." demikian sampaikan Muhalil atas nama Ketua TPID Pidie Jaya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Pidie Jaya, Rizal Fikar saat dikonfirmasi awak media ini juga lewat pesan What'sApp belum ada jawaban. Padahal pesan sudah dikirim menjelang siang, tapi sampai berita ini ditanyangkan malam juga belum dijawab meskipun centang biru sudah terlihat tanda pesan sudah dibaca.

Awak media juga menghubungi Azhariadi Kabid Pengembangan Pasar Disperindagkop yang menangani program pasar murah ini untuk mendapatkan konfirmasi. Namun ia mengakui untuk hal tersebut dirinya tidak berhak untuk memberikan keterangan.

"Terkait lokasi pelaksanaan pasar murah saya tidak bisa menjawab. Karena itu kapasitasnya kepala dinas dan TPID Pidie Jaya." tutup Arikhan yang sering disapa Kabid Pasar Murah.

Untuk diketahui, hasil rekap data titik lokasi Pasar Murah Pidie Jaya sejak bulan Maret 2022 berdasarkan hasil pantauan dan data yang beredar yaitu, Kecamatan 
1. BANDAR BARU (7 kali/titik)
2. MEURAH DUA (6 kali/titik)
3. TRIENGGADENG (6 kali/titik)
4. BANDAR DUA (5 kali/ lokasi)
5. MEUREUDU (4 kali/titik)
6. ULIM (3 kali/ titik)
7. PANTERAJA dan JANGKA BUYA, masing hanya mendapatkan jatah dua kali/titik saja. (*)