Lepas Tim Pendaki Jelajahi Blang Raweu, Kepala Disporapar Pidie Jaya: Siap Dukung Pengembangan Wisata Alam
Foto : Plt. Kepala Disporapar Pidie Jaya, Asril berfoto bersama saat pelepasan keberangkatan penjelajah ekspedisi ke Gunong Blang Raweu | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Gabungan komunitas pecinta alam dan relawan di Kabupaten Pidie Jaya akan menggelar ekspedisi penjelajahan kawasan Gunong Blang Raweu selama sepekan.
Ekspedisi yang diikuti sembilan orang tersebut mulai 5 hingga 10 Agustus 2026. Mereka akan menjelajahi kawasan Bumoe Japakeh Blang Raweu, yang dikenal memiliki hamparan savana alami dan dinilai menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata alam di Pidie Jaya.
Tim ekspedisi merupakan gabungan dari sejumlah komunitas, yakni MT Raweue, Pengembara Rimba, Seuramoe Alam Raya, Lestari Pidie Jaya, serta Satgas SAR Pidie Jaya.
Keberangkatan tim secara resmi dilepas oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pidie Jaya, Asril, di halaman Kantor Disporapar, Rabu (5/8) pagi.
Dalam sambutannya, Asril menyampaikan apresiasi atas inisiatif para pecinta alam yang dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung promosi potensi wisata daerah.
"Kami sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan wisata alam dan kelestarian lingkungan. Banyak objek wisata yang masih tersembunyi dan perlu kita perkenalkan kepada masyarakat luas," ujarnya.
Menurut Asril, ekspedisi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga mengatakan, Disporapar menitipkan tugas kepada tim untuk melakukan pemetaan dan pendataan terhadap potensi wisata alam di kawasan Gunong Blang Raweu. Data tersebut akan menjadi bahan awal dalam penyusunan rencana pengembangan destinasi wisata berbasis alam sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Asril turut mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan hutan. Seluruh anggota tim diminta menjaga kondisi kesehatan, mempersiapkan fisik dengan baik, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian guna meminimalkan risiko selama ekspedisi berlangsung.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar seluruh rangkaian ekspedisi berjalan lancar serta seluruh anggota tim dapat kembali dengan selamat. (*)






