Secangkir Syai Halib di Jabal Oemar, Hangatnya Rasa Teh Arab di Kota Suci
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Belum lengkap rasanya menapaki Kota Makkah tanpa mencicipi dan menikmati salah satu minuman yang akrab di lidah masyarakat Arab, yakni Syai Halib. Di kota suci, minuman hangat berbahan teh dan susu ini menjadi minuman untuk melepas lelah setelah menjalankan ibadah.
Salah satu tempat yang ramai disinggahi jamaah asal Indonesia adalah New Brooklyn Coffee, yang berada di kawasan Jabal Oemar, tak jauh dari pelataran Masjidil Haram. Jumat malam (18/9), suasana caffe tampak hidup. Jamaah asal Indonesia dan berbagai negara terlihat duduk manis sambil menikmati secangkir minuman sembari berbincang dan beristirahat setelah shalat maupun rangkaian ibadah umrah.
Syai Halib disajikan dalam keadaan hangat, rasanya lembut, dengan perpaduan teh dan susu yang khas. Bagi sebagian penikmat, cita rasanya tidak terlalu manis. Gula dapat ditambahkan sesuai selera, sehingga sensasi teh, susu, dan rempah tetap terasa di lidah.
Bagi jamaah Indonesia, khususnya dari Aceh, mencicipi Syai Halib menjadi pengalaman kuliner tersendiri. Di tengah udara malam kota Makkah yang mulai terasa lebih sejuk, kepulan hangat dari gelas seolah menjadi pelengkap perjalanan spiritual yang panjang.
Waldi Zulfa, salah seorang jamaah asal Aceh yang lagi asyik menikmati Syai Halib, mengaku sangat menyukai cita rasanya. Menurutnya, ada sensasi ramuan yang terasa di lidah dan memberikan kesegaran setelah menjalani aktivitas ibadah. “Minuman ini nikmat sekali, ada rasa ramuan yang terasa di lidah. Setelah minum Syai Halib, badan terasa lebih segar dan bergairah,” tuturnya.
Bagi Walidi, menikmati Syai Halib bukan sekadar perkara rasa, namun ada suasana yang membuatnya semakin berkesan. Duduk di kawasan Jabal Omar, menikmati minuman hangat, sementara dari kejauhan Kota Makkah terus bergerak dengan denyutnya yang khas. Jamaah datang dan pergi, langkah kaki menuju Masjidil Haram tak pernah benar-benar berhenti.
Disinilah kuliner menjadi bagian kecil dari perjalanan besar para tamu Allah. Secangkir Syai Halib mungkin terlihat sederhana, tetapi di Kota Makkah, ia bisa menjadi kenangan tersendiri, percakapan selepas ibadah, dan malam-malam yang terasa begitu dekat dengan Baitullah. (**)







