19 September 2026
News

Arab Saudi Tawarkan Gencatan Senjata Dua Pekan kepada Houthi

Foto : Dok Google Image | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMemanasnya konflik Yaman, Arab Saudi dikabarkan membuka jalur diplomasi baru dengan kelompok Houthi. Riyadh disebut telah menyampaikan proposal melalui Kesultanan Oman yang menawarkan penghentian pertempuran selama dua pekan, sekaligus membuka jalan menuju perundingan langsung dengan pimpinan Houthi, Jumat (18/9).

Proposal itu dilaporkan Al Akhbar, surat kabar Lebanon, Menurut laporan, masa gencatan senjata akan dimanfaatkan untuk membahas tuntutan kemanusiaan Houthi, sebelum kedua pihak diarahkan menuju kesepakatan yang lebih komprehensif. Oman kembali dipercaya menjadi penghubung utama dalam komunikasi tersebut.

Langkah Riyadh itu muncul setelah situasi di Yaman mengalami eskalasi dalam beberapa pekan terakhir. Houthi dilaporkan bergerak menguasai sejumlah wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah, termasuk Pelabuhan Mocha dan Pulau Perim. Pada saat yang sama, serangan rudal dan pesawat nirawak kembali menyasar wilayah Arab Saudi, sementara Riyadh melancarkan serangan terhadap posisi Houthi.

Konflik tersebut tidak hanya berdampak pada Yaman dan Arab Saudi, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran Laut Merah. Reuters melaporkan pertempuran terbaru telah mendorong lebih dari 115.000 warga Yaman meninggalkan rumah mereka, menambah tekanan terhadap krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama.

Reuters melaporkan pejabat Amerika Serikat juga melakukan pertemuan dengan perwakilan Houthi di Muscat, Oman, dalam upaya membahas situasi keamanan dan pelayaran di kawasan. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Oman tetap menjadi salah satu ruang penting bagi komunikasi tidak langsung maupun diplomasi terkait konflik Yaman.

Namun, proposal Riyadh belum menjadi kesepakatan, hingga kini, Houthi disebut belum memberikan persetujuan final dan menginginkan penyelesaian yang lebih menyeluruh terhadap konflik. Arab Saudi pun belum mengonfirmasi secara resmi seluruh rincian proposal yang diberitakan Al Akhbar.

Dengan demikian, gencatan senjata dua pekan tersebut masih berada pada tahap proposal diplomatik, bukan kesepakatan yang telah berlaku. (**)