18 Juli 2026
Daerah

Di Bawah Gerbang Pedang Pora, AKBP Tendri Wardi Menjejak Bumi Japakeh

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDPagi di Mapolres Pidie Jaya, Jumat (17/7/2026), terasa berbeda. Derap langkah personel yang berbaris rapi berpadu dengan alunan musik penyambutan dan semerbak bunga yang menghiasi halaman markas. Di bawah langit yang cerah, sebuah babak baru kepemimpinan resmi dimulai ketika AKBP Tendri Wardi, S.Pt, S.I.K, M.H, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Jaya, Ny. Tendri Renny Yusmarita, menginjakkan kaki untuk pertama kalinya sebagai keluarga besar Polres Pidie Jaya.

Namun, penyambutan itu bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di Bumi Japakeh, setiap tamu yang datang disambut dengan penghormatan yang sarat makna. Tari Peumulia Jamee Ranup Lampuan mengalun anggun, menghadirkan filosofi bahwa tamu adalah kehormatan yang harus dimuliakan.

Senyum para penari, harum ranup lampuan, dan pengalungan bunga menjadi bahasa budaya yang menyampaikan pesan selamat datang sekaligus harapan akan lahirnya kepemimpinan yang membawa kesejukan.

Prosesi berlanjut menuju Pedang Pora, lorong kehormatan yang selama ini menjadi simbol penghargaan bagi para pemimpin Polri. Di balik deretan pedang yang terangkat tegak, tersirat pesan bahwa jabatan bukanlah kemewahan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan keberanian, integritas, dan pengabdian. Langkah demi langkah Kapolres baru seolah menandai dimulainya tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pidie Jaya.

Nuansa religius dan adat Aceh semakin terasa ketika prosesi tepung tawar dilaksanakan. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan doa yang dipanjatkan agar pemimpin yang baru diberi keselamatan, kesehatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya. Di tengah perubahan kepemimpinan, nilai-nilai budaya lokal kembali mengingatkan kita bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya lahir dari aturan, tetapi juga dari penghormatan terhadap tradisi dan kearifan masyarakat.

Di ruang laporan kesatuan, estafet kepemimpinan berlangsung dengan penuh khidmat. AKBP H. Ahmad Faisal Pasaribu, S.H, S.I.K, M.H, menyerahkan laporan kondisi satuan kepada penggantinya. Momen itu bukan hanya perpindahan dokumen dan tanggung jawab administratif, melainkan penyerahan kepercayaan yang telah dibangun bersama seluruh personel selama masa pengabdian. Ada rasa bangga, haru, sekaligus optimisme yang menyelimuti suasana Mapolres Pidie Jaya.

Dalam acara kenal pamit, kehangatan terasa begitu nyata. Ucapan terima kasih dari pejabat lama disambut tepuk tangan penuh penghargaan, sementara Kapolres baru menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis. Ia mengajak seluruh jajaran memperkuat soliditas, menjaga profesionalisme, dan terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sebab, di balik setiap seragam yang dikenakan, ada harapan masyarakat yang harus dijaga setiap hari.

Pergantian Kapolres sejatinya bukan hanya pergantian nama di pucuk pimpinan. Ia adalah simbol kesinambungan pengabdian, regenerasi kepemimpinan, dan semangat baru untuk terus merawat keamanan di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Dari halaman Mapolres Pidie Jaya, estafet itu kini berpindah tangan. Amanah baru telah dimulai, dan harapan pun kembali dititipkan kepada pemimpin yang baru untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata, humanis, dan berintegritas. (TS)