21 September 2026
Budaya

Buruan Daftar...!? Museum Pidie Jaya Gelar Catoe Rimueng dan Ceurita Jamuen Berhadiah Puluhan Juta

Foto : Istimewa, Poster kegiatan (dok. Museum Pidie Jaya) | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMuseum Pidie Jaya di bawah pengelolaan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie Jaya mengajak generasi muda kembali dekat dengan warisan budaya Aceh melalui Lomba Catoe Rimueng dan Lomba Bercerita dalam Bahasa Aceh (Ceurita Jamuen).

Panitia juga menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua Oktober 2026 tersebut terbuka bagi peserta didik jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA serta juga terbuka untuk SLB, SKB  Dayah Salafi dan pendidikan luar sekekolah (non-formal) se-Kabupaten Pidie Jaya.

Kepala Disdikbud Kabupaten Pidie Jaya, T. Muhalil, melalui Kabid Kebudayaan, Marzuan menyampaikan kegiatan tersebut dirancang bukan semata-mata sebagai perlombaan, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Aceh," katanya kepada Liputan Gampong News, Senin (21/9/2026).

“Kita mengajak generasi muda untuk tidak menjadi penikmat budaya, tapi menjadi pelaku sekaligus duta budaya bagi masyarakat luas ke depan,” seru Marzuan.

Menurutnya, keberadaan permainan tradisional dan bahasa daerah perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar warisan budaya tersebut tidak semakin jauh dari kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Junjung Tradisi, Lestarikan Budaya, Wujudkan Generasi Berkarakter”, kedua lomba tersebut memadukan unsur kompetisi, edukasi, kreativitas, dan pengenalan kearifan lokal Aceh.

Catoe Rimueng: Permainan Tradisional, Sarat Nilai

Lomba Catoe Rimueng mengangkat permainan tradisional Aceh yang mengandung nilai ketangkasan, strategi, sportivitas, dan kebersamaan.

Selain menjadi arena kompetisi, permainan ini diharapkan menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal kembali salah satu bentuk permainan tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Aceh.

Melalui suasana perlombaan yang edukatif dan kompetitif, peserta dapat belajar mengambil keputusan, menyusun strategi, sekaligus membangun interaksi dan semangat kebersamaan.

Ceurita Jamuen: Menghidupkan Bahasa Aceh di Kalangan Generasi Muda

Sementara Lomba Bercerita dalam Bahasa Aceh (Ceurita Jamuen) memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan bertutur sekaligus mengenal lebih dekat bahasa dan tradisi lisan Aceh.

Bahasa Aceh merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi penting agar bahasa daerah tidak hanya dikenal sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap digunakan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui lomba bercerita, peserta didorong untuk tampil percaya diri sekaligus mengasah kemampuan menyampaikan cerita dalam Bahasa Aceh." Ungkap Marzuan

Pendaftaran Dibuka, Jangan Lewatkan Kesempatan

Bagi sekolah maupun peserta yang berminat mengikuti kegiatan tersebut, pendaftaran dibuka hingga 5 Oktober 2026.

Untuk petunjuk teknis dan panduan perlombaan dapat diakses melalui QR Code yang tercantum pada poster kegiatan. Peserta disarankan mempelajari ketentuan lomba sebelum melakukan pendaftaran.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung berikut:

  • Lomba Catoe Rimueng: Afdhal Zikri (+62 822-7472-2630).
  • Lomba Bercerita Bahasa Aceh: Saputra Mustafa (+62 812-5301-7853).

Tambahkan Marzuan, Museum Pidie Jaya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan generasi muda dengan permainan tradisional, bahasa, dan nilai-nilai budaya Aceh.

Lebih dari sekadar memperebutkan hadiah, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar untuk bermain, bercerita, berkompetisi, sekaligus mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah.

Semangat tersebut sejalan dengan motto Museum Pidie Jaya: “Merawat Sejarah, Menginspirasi Masa Depan.” Pungkasnya. (*)