Banjir Pidie Jaya 2025
Semangat Peduli Bencana, Pramuka Pidie Jaya Beraktivitas Tak Kenal Lelah
Foto : Suasana di Posko Pramuka Peduli | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Pidie Jaya tampil sebagai garda terdepan kemanusiaan saat bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan longsor melanda daerah tersebut pada 25 November 2025.
Sejak hari pertama, relawan Pramuka yangbsudah terlatih langsung turun ke lokasi musibah banjir dan longsor, bergerak cepat membantu evakuasi warga, distribusi logistik, hingga pemulihan pascabencana.
Dengan semangat pantang mundur, para relawan Pramuka menyisir wilayah-wilayah terisolir dan sulit dijangkau. Mereka memastikan korban mendapat pertolongan segera serta bantuan tersalurkan tepat sasaran melalui koordinasi lintas sektor bersama BPBD, Satgas Bencana, SAR, PMI, TNI-Polri dan relawan kemanusiaan lainnya.
Ketangguhan Pramuka Pidie Jaya terlihat nyata ketika dapur umum milik pemerintah terpaksa berhenti beroperasi akibat kehabisan gas LPG. Di saat yang sama, dapur umum Gerakan Pramuka Peduli Pidie Jaya justru tetap mengepul.
Berbekal kayu bakar, relawan Pramuka memastikan kebutuhan konsumsi relawan dan pengungsi tetap terpenuhi di tengah masa tanggap darurat.
Ketua Kwarcab Pidie Jaya Hasan Basri melalui Ketua Harian Zikrillah menyampaikan bahwa kesiapan dapur umum merupakan salah satu fokus utama Pramuka Peduli.
Dapur umum tersebut telah beroperasi sejak 28 November 2025 dan hingga kini masih aktif melayani ribuan relawan serta warga terdampak bencana.
“Ketika dapur umum lain terkendala, dapur umum Pramuka tetap jalan. Kami beradaptasi dengan kondisi. Tidak ada gas, kami pakai kayu bakar. Yang penting relawan dan masyarakat tetap bisa makan,” ujar Zikrillah.
Dapur umum Pramuka Peduli menjadi tumpuan konsumsi berbagai unsur penanganan bencana, mulai dari relawan posko utama, tim investigasi BPBD, Satgas Bencana, SAR, PMI, hingga ratusan relawan lintas organisasi.
Di tengah keterbatasan logistik dan fasilitas, dapur umum Pramuka Peduli menjadi simbol ketangguhan dan solidaritas. Dalam senyap, relawan muda ini bekerja penuh dedikasi, menjaga harapan tetap hidup bagi masyarakat Pidie Jaya yang tengah bangkit dari bencana.
Tak hanya melayani relawan, pada Jumat (19/12/2025) Pramuka Peduli kembali membuka posko dapur umum khusus untuk pengungsi, terutama anak-anak.
Pembagian makanan bergizi dilakukan di Gampong Blang Awe, Beurawang, dan Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, sebagai upaya menjaga asupan gizi anak-anak di tengah kondisi darurat.
Selain dapur umum, Pramuka Pidie Jaya juga aktif membersihkan fasilitas ibadah (masjid dan meunasah), sekolah serta rumah warga yang tertimbun lumpur, khususnya milik masyarakat yang tidak mampu membersihkan secara mandiri.
Pramuka turut mendampingi penyaluran bantuan dari berbagai lembaga serta memfasilitasi kebutuhan air bersih di seluruh kecamatan terdampak.
“Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris atau perkemahan. Di saat darurat, Pramuka harus sigap dan tanggap membantu masyarakat,” tegas Zikrillah.
Apresiasi atas dedikasi Pramuka Peduli datang dari berbagai pihak. Perwakilan Posko Pengungsian, Samsuar, menilai peran Pramuka sangat dirasakan sejak hari pertama bencana.
“Anak-anak Pramuka sangat membantu, mulai dari evakuasi, pembersihan, sampai pemulihan. Kehadiran mereka benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.(*)






