28 Februari 2024
Hukum

Diduga Sarat Masalah, LIRA Aceh Tenggara Minta Polda Aceh Lidik Proyek P3-TGAI

Foto : Kondisi lapangan di salah satu lokasi titik pengerjaan proyek P3-TGAI di Aceh Tenggara (istimewa) | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID | Kutacane - Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2023 diduga sarat masalah dalam proses pengerjaannya.

Bupati LIRA Aceh Tenggara, M Saleh Selian meminta Polda Aceh lidik proyek P3-TGAI mencapai Rp 37,8 miliar itu.

Menjelaskan sejumlah masalah yang terjadi, mulai dari dugaan lobi-lobi di lapangan dan fisik pekerjaannya serta ditemukan di lapangan pengerjaan proyek dikerjakan pihak ketiga yang seharusnya dikerjakan oleh masyarakat desa setempat.

"Kelompok tani hanya digunakan alat untuk melengkapi administrasi, sudah semestinya pengerjaan proyek ini layak dilidik Polda Aceh untuk turun ke Kabupaten Aceh Tenggara untuk audit investigasi," kata M Saleh Selian

Proyek tersebut bersumber dari Dana APBN tahun anggaran 2023 atau Pokir anggota DPR RI Fraksi PKB H. Irmawan, S.Sos., M.M., diduga adanya sejumlah masalah, ini sesuai dengan fakta di lapangan serta banyaknya LSM yang mengkritisinya di media," ketusnya.

"Jumlah anggaran keseluruhan proyek P3-TGAI adalah mencapai Rp.37,8 milyar. Adapun anggarannya per-titiknya Rp.195 juta., dengan jumlah 194 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tenggara." Terang Saleh

Dalam pekerjaan ini, menurut Bupati LIRA Aceh Tenggara, hal penting yang perlu kita soroti adalah mutu proyek tersebut, kenapa fisik proyek tersebut kualitasnya diragukan? Apakah ada dugaan terlalu besar uang pelicinnya sehingga yang mengerjakan proyek itu asal-asalan." Pertanyaan ia.

Analisis "Pengerjaan", jika proyek tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi maka tidak mendapatkan untung sesuai persentase. Sehingga terpaksa dilakukan pengurangan material misalnya semen, volume dan lainnya."Kami sebagai masyarakat Aceh Tenggara selaku penerima manfaat merasa sangat dirugikan dengan kejadian ini. Kami berpendapat dan menaruh dugaan kuat, bahwa daerah kami "Bumi Sepekat Segenap" digunakan sebagai tempat oknum-oknum mencari keuntungan.

Baik secara kelompok maupun perorangan dengan modus memasukkan Proyek P3-TGAI di Agara. Kami merasa program aspirasi ini tidak bermanfaat," tegas M Saleh Selian Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara. (**)