Belum Lepas dari Duka, Janda Miskin di Pidie Jaya Kini Dihantam Badai Monsun
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat (Badai Monsun) yang melanda Kabupaten Pidie Jaya sejak Selasa malam hingga Rabu, 19–20 Mei 2026, menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Salah satu yang paling menyita perhatian terjadi di Gampong Mesjid Tuha, Dusun Lhoknga, Kecamatan Meureudu, ketika rumah Riska (30) seorang janda muda diterjang angin badai berselang 45 hari meninggal suaminya.
Rumah sederhana yang dihuni perempuan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterpa angin kencang. Kondisi itu menambah beban hidup keluarga yang masih dalam suasana duka. Aroel, salah seorang warga setempat mengaku prihatin melihat musibah yang kembali menimpa keluarga tersebut di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Selain di Dusun Lhoknga, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Pidie Jaya. Di kawasan wisata Pantai Kuthang, Kecamatan Trienggadeng, dahan-dahan pohon trembesi tua patah dan berhamburan di depan kios para pedagang. Para pedagang mengaku cemas karena khawatir pohon-pohon tua itu kembali tumbang saat angin kencang terjadi.
Di Kecamatan Meureudu, Huntara Blok B yang ditempati korban banjir juga dilaporkan mengalami kerusakan. Atap baja ringan bangunan huntara terangkat akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan deras. Sejumlah penghuni huntara sempat panik dan keluar rumah menyelamatkan diri ketika badai melanda kawasan tersebut.
Kerusakan serupa turut dilaporkan terjadi di Gampong Beurawang dan kawasan Deah Ujong Baroh (DUB). Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, termasuk rumah milik Imum Jamil Hasyem di Gampong Mayang Lancok yang atapnya terangkat akibat angin kencang pada Selasa malam sekitar pukul 21.10 hingga 22.45 WIB.
Plt Kalak BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, M.Arch membenarkan adanya sejumlah kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa kecamatan di wilayah tersebut. Menurutnya, hingga kini pihak BPBD masih melakukan pendataan serta pemantauan di lapangan.
“Sementara kita fokus melakukan pembersihan dan penanganan awal di lokasi terdampak. Selanjutnya akan dikoordinasikan tindak lanjut bersama pihak terkait,” ujar Okta Handipa. (**)






