18 Mei 2026
Daerah

Jelang Idul Adha, Pasar Murah Disperindagkop Pidie Jaya Diserbu Warga

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMenjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, denyut pasar rakyat di Kabupaten Pidie Jaya mulai terasa lebih sibuk dari biasanya. Harga kebutuhan pokok yang perlahan merangkak naik membuat banyak warga harus lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga, Senin (21/5). Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) hadir membawa angin segar lewat kegiatan pasar murah bagi masyarakat.

Kegiatan pasar murah tersebut digelar di Gampong Keurisi Meunasah Raya, Kecamatan Jangka Buya, Senin (21/5). Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar. Suasana penuh antrean terlihat akrab dengan wajah-wajah masyarakat yang berharap dapat sedikit meringankan beban belanja menjelang hari raya kurban.

Kabid Pengembangan Perdagangan Disperindagkop Pidie Jaya, Musbir, mengatakan sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi untuk membantu masyarakat. Paket yang dipasarkan di antaranya beras 10 kilogram seharga Rp100 ribu, gula pasir 2 kilogram Rp28 ribu, minyak goreng 2 liter Rp43 ribu, serta telur satu papan Rp41 ribu.

“Pasar murah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menginstruksikan Disperindagkop untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan menjelang Idul Adha,” kata Musbir.

Ia menjelaskan, kegiatan pasar murah tidak hanya berlangsung di Kecamatan Jangka Buya, tetapi juga akan menyasar beberapa kecamatan lainnya. Untuk Kecamatan Bandar Dua dijadwalkan berlangsung pada Kamis (21/5) di Lapangan Pasar Ulee Glee, sementara Kecamatan Meureudu akan digelar pada Jumat (23/5) di halaman Kantor Camat Meureudu.

Bagi warga, pasar murah seperti ini bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus berfluktuasi, kehadiran sembako murah menjadi harapan agar dapur keluarga tetap mengepul dan persiapan menyambut hari raya tidak terasa terlalu berat.

Musbir menambahkan, selain bertujuan menekan inflasi daerah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat menjelang Idul Adha 2026. Pemerintah daerah berharap pasar murah dapat menjadi solusi nyata untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong. (**)