Dari Negeri Kanguru, Harapan Itu Datang untuk Anak-Anak Pidie Jaya
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Air bah memang telah surut, tetapi bekasnya masih tertinggal di ruang-ruang kelas dan hati anak-anak Pidie Jaya. Di tengah keterbatasan yang belum sepenuhnya pulih, secercah harapan datang dari jauh melintasi samudra, dari warga negara Australia yang memilih hadir membawa empati untuk dunia pendidikan di kabupaten ini, Senin (2/2).
Dengan langkah sederhana namun penuh makna, bantuan kemanusiaan disalurkan langsung kepada anak-anak sekolah yang berasal dari keluarga terdampak banjir besar tahun lalu. Bukan sekadar memberi, aksi ini menjadi pertemuan hangat antara kepedulian lintas negara dan mimpi-mimpi kecil yang sempat terendam lumpur.
Tas sekolah, buku tulis, alat tulis, hingga perlengkapan belajar lainnya diterima para siswa dengan wajah berbinar. Bagi mereka, bantuan itu bukan hanya benda, tetapi simbol bahwa perjuangan mereka untuk terus belajar tidak dilupakan oleh dunia luar.
Aksi kemanusiaan ini bertujuan meringankan beban para orang tua yang hingga kini masih berjuang memulihkan ekonomi keluarga pascabencana. Di saat yang sama, bantuan tersebut diharapkan mampu menyalakan kembali semangat belajar anak-anak yang sempat goyah akibat kondisi serba terbatas.
Warga negara Australia yang menyalurkan bantuan itu menyampaikan bahwa kepedulian ini lahir dari rasa solidaritas kemanusiaan. Ia berharap, meski sederhana, bantuan tersebut dapat memberi manfaat nyata dan memotivasi bagi anak-anak Pidie Jaya agar tetap berani bermimpi dan menatap masa depan melalui pendidikan.
Hingga awal tahun 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya masih bergulat dengan dampak banjir besar tahun lalu. Fasilitas umum, termasuk sekolah dan rumah warga, belum sepenuhnya pulih. Namun dari kejauhan, uluran tangan kemanusiaan di tengah bencana menjadi harapan, bantuan bisa datang dari mana saja dan pendidikan tetap menjadi cahaya yang dijaga bersama. (**)






