15 Juni 2024
Daerah

Berbagai Unsur Ikuti FGD, Bahas Hari Jadi Pidie

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Pemkab Pidie, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Focus Group Discussion (FGD) episode 1 tentang kajian hari jadi Pidie, Senin (10/06/2024). 

Kegiatan yang berlangsung di Oproom Setdakab Pidie ini dibuka oleh Plh. Bupati Pidie, Drs. Samsul Azhar, yang didampingi oleh Plt. Ass I Firman Maulana, S.STP., M.A.P.,  Kadisdikbud, H. Yusmadi Kasem, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Bappeda, H. Isnaini Ibrahim, S.T., M.Si., Kadis Kominsa, Zarbani, S.T., dan Kadis Arpus, Turno Junaidi, S.K.M., M.K.M. 

FGD episode 1 tersebut menghadirkan beberapa narasumber, dari unsur  Pemerintah Aceh, dan akademisi dari Banda Aceh.

Kemudian, sebagai pemakalah utama yaitu, Dr. H. Nadhar Putra, M.Si., (akademisi), dan sebagai pembanding I yaitu Umar Mahdi, SH,. M.H., yang juga Dosen Fakultas Hukum Unigha/Pemerhati Politik dan Hukum (akademisi) serta pembanding II yaitu Ust. Junaidi, S.Ag., M.H., yang juga Dosen Fakultas Hukum Unigha (sejarawan/budayawan).

Sedangkan  peserta terdiri dari berbagai unsur, mulai unsur Pemkab Pidie, DPRK, Akademisi, MPD,  MAA, MPU, Peneliti Sejarah, Pemerhati Sejarah, dan Peminat Sejarah, unsur Ikatan Guru Sejarah, Pelaku Seni Budaya, unsur Kepemudaan/OKP/Ormas, unsur Perempuan, unsur Praktisi Hukum, unsur Media, unsur Forum Mukim, unsur Forum Keuchik, unsur Huda, dan dari unsur Tokoh Masyarakat. 

FGD episode 1 ini sendiri dipandu (moderator) oleh Darmi, S.Pd., M.Si., Dosen/Kaprodi Pendidikan Ekonomi Unigha Sigli.

Dalam sambutan serta arahannya, Plh. Bupati Pidie, Drs. Samsul Azhar mengatakan, "Kita tidak mempunyai catatan resmi mengenai tanggal jadi Pidie. Pentingnya kegiatan FGD ini, sehingga nantinya semua orang akan mengetahui hari jadi Pidie, yang merupakan identitas daerah yang akan kita peringati setiap tahunnya".

Lebih lanjut Plh. Bupati Pidie mengajak semua unsur yang terlibat untuk mencari serta membahas hari jadi Pidie, yang dimulai pada era keislaman, baik itu dari analisis fakta-fakta sejarah, juga dari segi arkeologi, agar nantinya dapat menghasilkan naskah akademik dan menjadi bahan penyusunan Qanun tentang hari jadi Pidie.

Kadisdikbud Pidie, H. Yusmadi Kasem, pada kesempatan itu melaporkan, bahwa FGD ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai sejarah awal mula eksistensi  atau keberadaan Pidie, sehingga dapat ditetapkan hari jadi Pidie untuk diperingati dan dirayakan setiap tahunnya. 

Dalam laporannya, Ia juga melaporkan tentang pelaksanaan, mulai dari pembentukan Panpel, tahapan pelaksanaan, kepesertaan, biaya kegiatan, sampai adanya penetapan hari jadi Pidie dari hasil FGD tersebut.

Sementara itu dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media, usai acara, jubir FGD Ust. Junaidi, menyampaikan bahwa hasil dari FGD episode 1 akan dibuat makalah yang nantinya disampaikan kepada para pakar pada FGD episode 2. 

"FGD episode 1 sudah ada titik temu, sudah ada peta jalan, dimana ada kesempatan bahwa penentuan hari jadi Pidie (Pidie Raya) dimulai di era atau masa keislaman", jelasnya.

Ust. Junaidi juga menyampaikan, pada FGD episode 2, nantinya akan menghadirkan para pakar (sejarawan maupun ahli pembaca manuskrip kuno), dan hasil rangkuman akan diseminarkan dalam koridor akademik, artinya bukan reka- reka, atau imajiner.

Disampaikan juga, dengan publikasi lewat media akan diketahui oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat punya akses untuk menyampaikan tanggapan dan masukan mereka.

"Dan masukan masyarakat ini juga merupakan salah satu bagan kajian, sehingga hari jadi Pidie nantinya mendapatkan legalitas secara luas", tutup Jubir FGD, Ust. Junaidi.

Keterangan pers yang berlangsung di ruang Sekda Pidie ini turut dihadiri oleh Plh. Bupati, Plt. Ass I, Kadisdikbud, Kadis Kominsa, Dr. Nadhar Putra, Umar Mahdi, Musmarwan Abdullah (Sejarawan/Budayawan) dan Abdul Hadi Zakaria (Sejarawan/Budayawan).(As)