24 Agustus 2026
Kisah

Sosok Proklamator Polri, Moehammad Jasin dan Bara Perjuangan Polisi Republik Indonesia

Foto : Dok. Div. Humas Mabes Polri | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDi tengah gegap gempita perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, lahir satu sosok dari tubuh kepolisian yang namanya lekat dengan sejarah awal berdirinya Polisi Republik Indonesia. Dialah Komjen Pol. (Purn) Moehammad Jasin, seorang perwira yang bukan hanya berdiri sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga tampil di garis depan ketika republik yang baru lahir membutuhkan keberanian dan keteguhan.

Saat berpangkat Inspektur Polisi Kelas I, Moehammad Jasin dipercaya memimpin pasukan Polisi Istimewa atau Tokubetsu Keisatsutai. Dalam situasi politik dan keamanan yang penuh ketegangan, ia memimpin pembacaan teks yang menegaskan keberadaan kepolisian sebagai Polisi Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945.

Momen tersebut kemudian dikenang sebagai tonggak penting dalam perjalanan kepolisian Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa polisi mengambil bagian dalam mempertahankan kedaulatan republik.

Namun, perjuangan Moehammad Jasin tidak berhenti pada sebuah pembacaan teks. Ketika ancaman terhadap kemerdekaan semakin nyata, keberanian pasukan Polisi Istimewa diuji di medan pertempuran. Jasin disebut menggerakkan pasukannya untuk merebut gudang-gudang senjata peninggalan Jepang, sebuah langkah berani untuk memperoleh persenjataan yang sangat dibutuhkan guna menghadapi situasi pascakemerdekaan yang semakin genting.

Nama Moehammad Jasin pun semakin kuat dalam lembaran sejarah perjuangan di Surabaya. Dalam suasana yang kemudian meledak menjadi perlawanan besar pada 10 November 1945, semangat pasukan yang dipimpinnya menjadi bagian dari denyut perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Polisi tidak lagi sekadar menjaga keamanan, tetapi turut berdiri bersama kekuatan rakyat dalam menghadapi ancaman yang mengancam keberlangsungan Republik Indonesia.

Dari seorang perwira di tengah kepungan ketidakpastian, Moehammad Jasin menjelma menjadi simbol keberanian dan loyalitas kepada republik. Ia menunjukkan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tugas panjang untuk mempertahankannya. Jejak langkahnya pantas dikenang, bahwa pada masa-masa awal republik, keberanian sering kali harus berjalan berdampingan dengan keterbatasan senjata, fasilitas, bahkan kepastian akan keselamatan diri.

Kini, nama Komjen Pol. (Purn) Moehammad Jasin dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kepolisian Indonesia dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 November 2015. Dari keberanian memimpin Polisi Istimewa hingga mengobarkan semangat mempertahankan kemerdekaan, warisannya tetap menyala, "sebuah dedikasi bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti ketika sejarah mencatat nama seseorang, tetapi terus hidup melalui nilai keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia." (**)