24 Agustus 2026
Nasional

Raja Hiburan Malam Batam Digiring ke Bareskrim, Ini Kasusnya

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMalam di Batam biasanya identik dengan gemerlap lampu, dentuman musik dan hiruk-pikuk tempat hiburan yang tak pernah benar-benar tidur. Namun di balik riuhnya dunia malam itu, sebuah kisah berbeda kini mencuat. Basri Lewaimang, sosok yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan disebut kepolisian terkait dugaan jaringan peredaran narkoba di Batam, akhirnya mengakhiri pelariannya di Jakarta.

Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 17.18 WIB, halaman Gedung Bareskrim Polri menjadi titik akhir perjalanan panjang Basri. Ia tiba di bawah pengawalan ketat dengan kedua tangan terborgol. Sorotan kamera mengarah kepadanya, tetapi Basri memilih diam.

Wajahnya yang tertunduk seolah menjadi gambaran singkat tentang perjalanan seorang buronan yang akhirnya tak lagi memiliki ruang untuk menghindar. Beberapa jam sebelumnya, pengejaran terhadap Basri disebut berakhir di Malaysia. Polisi menangkapnya pada tengah malam sebelum membawanya ke Indonesia. Kompol Drago, Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, membenarkan penangkapan tersebut.

Kini, penyidik berusaha membuka satu per satu simpul dugaan peran Basri dalam jaringan yang disebut bergerak di sejumlah tempat hiburan malam di Kepulauan Riau.

Jejak kasus ini bermula dari penggerebekan pada 10 Agustus 2026. Nama HH Club, Planet 3.0 Pub & KTV dan P2 muncul dalam operasi tersebut. Polisi menduga tempat-tempat itu tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga digunakan sebagai titik transaksi narkotika. Sebanyak 32 orang diamankan dengan berbagai peran, sementara lebih dari 700 butir obat terlarang dan uang tunai sekitar Rp200 juta disita.

Kini, borgol yang melingkari tangan Basri menjadi awal dari babak baru, kini penyidik tidak hanya akan menggali dugaan perannya, tetapi juga menelusuri siapa yang berada di belakang jaringan, dari mana pasokan bergerak dan ke mana aliran uang mengalir. Setiap jawaban yang muncul berpotensi membuka pintu menuju nama-nama lain yang selama ini berada di balik bayang-bayang.

Gemerlap hiburan malam mungkin tetap menyala, musik mungkin kembali berdentum, tetapi penangkapan Basri meninggalkan pertanyaan yang jauh lebih dalam. Seberapa luas jaringan yang diduga bersembunyi di balik industri hiburan malam Batam? Dan siapa saja yang masih belum tersentuh?

Bareskrim Polri memastikan pemeriksaan lanjutan akan menjadi kunci untuk membongkar seluruh mata rantai kasus ini. Pelarian Basri telah berakhir, tetapi cerita tentang jaringan yang membawanya sampai ke balik borgol Bareskrim, tampaknya baru memasuki babak berikutnya. (**)