09 Mei 2026
Daerah

Sinergi Pemkab Bersama Kankemenag Kekuatan Bagi FKUB Pidie Jaga Kerukunan Umat

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDForum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pidie, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahun 2026, Jumat (08/05/2026) bertempat di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pidie. 

Rakor ini menjadi wadah konsolidasi antara FKUB dengan Pemerintah  Daerah, Kankemenag, serta unsur terkait untuk memperkuat peran FKUB dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Rakor dipandu oleh Kaban Kesbangpol Pidie, Teuku Iqbal, S.STP., M.Si., yang juga Sekretaris Dewan Penasehat (Wanhat).

Teuku Iqbal, pada kesempatan itu turut menyampaikan bahwa FKUB memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah. 

Namun ia mengingatkan bahwa pengaruh efisiensi anggaran saat ini turut berdampak terhadap pelaksanaan program dan kegiatan FKUB. 

Selain itu, Teuku Iqbal dalam Rakor ini juga menyampaikan terkait keberadaan Ormas/LSM yang tidak terdaftar di Badan Kesbangpol. 

Ia menyoroti tentang pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan kerukunan, termasuk memantau aktivitas Ormas/LSM tidak terdaftar yang dinilai dapat merugikan masyarakat. 

“Deteksi dini harus dikedepankan. FKUB bersama pemerintah harus peka terhadap dinamika yang berkembang, agar potensi konflik bisa diredam sejak awal,” ujarnya.

Rakor tersebut dihadiri oleh Wanhat FKUB, antaranya : Ketua MPU Pidie, Tgk. H. Muhammad Ismi A. Jalil ( Abu Ilot), Asisten I Setdakab Pidie, Dr. H. Nadhar Putra, M.Si., Kakan Kemenag Pidie Samhudi, S.Si., Kepala Bappeda Pidie H. Isnaini Ibrahim, S.T., M.Si., Kepala DSI, drh. H. Fazli, M.Si., dan Kabag Tata Usaha Kankemenag Pidie.

Kemudian, Ketua FKUB, Tgk. Junaidi Ahmad, S.Ag., M.H., Waket I, Tgk. Isafuddin, S.H.I., M.H., Waket II, Tgk. Amri Aiyub, Sekretaris, Tgk. M Diah Adam, S H., Wasek, Tgk. Fakhrijal, serta seluruh anggota FKUB Pidie.

Kakan Kemenag Pidie, Samhudi, menyampaikan terkait efisiensi anggaran di Kankemenag Pidie. Ia katakan bahwa nantinya dalam pertemuan di provinsi, pihaknya akan menyampaikan tentang kegiatan dan kebutuhan anggaran FKUB Pidie.

"Dukungan anggaran sangat penting agar FKUB dapat menjalankan fungsi pembinaan kerukunan secara optimal," ungkap Samhudi.

Sementara itu, Asisten I Dr. H. Nadhar Putra, M.Si., pada Rakor ini mewakili Wabup, menilai keberadaan FKUB di Kabupaten Pidie lebih homogen. Namun, katanya lagi, hal itu bukan jaminan kemungkinan terjadinya konflik, apalagi dengan masifnya penggunaan media sosial. 

“Perlu adanya deteksi dini karena konflik yang terjadi sekarang bukan di lingkup kabupaten saja. Potensi konflik sering terjadi bukan antar umat beragama, namun antar intern agama. Untuk mengantisipasinya FKUB bisa menjadi wadah penyelesaiannya,” tegas Nadhar Putra.

Terkait penyusunan Rencana Kerja FKUB untuk Tahun 2026, Kepala Bappeda Pidie H. Isnaini Ibrahim, menyampaikan bahwa bisa saja diusulkan pada anggaran Perubahan, sebelum melakukan kegiatan, termasuk kegiatan yang ke depannya memerlukan penanganan segera. 

"Hal ini penting agar program FKUB tetap berjalan meski di tengah kebijakan efisiensi," sebut Kepala Bappeda, H. Isnaini Ibrahim.

Dalam forum yang sama, Kepala DSI Pidie, H. Fazli, menuturkan tentang isu-i su yang tengah berkembang di masyarakat. 

"Meski bukan konflik agama, isu seperti masalah desil Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) perlu mendapat perhatian bersama, karena bisa saja melebar dan berpotensi menimbulkan keresahan sosial," ungkap H. Fazli.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Pidie Tgk. Junaidi, S.Ag., M.H., dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Pidie dan Kankemenag Pidie. 

Ia mengatakan, kekuatan FKUB selama ini tidak terlepas dari koordinasi bersama antara Pemkab Pidie dan jajaran Kankemenag Pidie. “Sinergi ini yang membuat FKUB bisa bekerja menjaga kerukunan di Pidie,” ujarnya.

Rakor FKUB 2026 ini diharapkan menghasilkan rumusan program kerja yang adaptif terhadap kondisi efisiensi anggaran, namun tetap responsif dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik, baik yang bersumber dari media sosial maupun dinamika intern umat beragama.

Menutup acara, sebagai keberkatan dan kelancaran dalam kegiatan, baik dari awal hingga ke depannya, lantunan doa pun diucapkan oleh Abu Ismi, Ketua MPU Pidie, serta dengan segenap keikhlasan  diamini oleh semua yang berhadir. (AA)