04 April 2025
Budaya

Purieh Peninggalan Sultan di Mesjid Kuta Batee Meureudu

LIPUTANGAMPONGNEWS. ID - Mesjid Kuta Batee sampai sekarang masih tersimpan sebatang bambu yang dijadikan sebagai tangga (purieh) yang digunakan untuk naik ke bagian atas mesjid. Usia purieh ini diyakini seusia dengan mesjid yang dibangun oleh Sulthan Iskandar Muda pada tahun 1620 M ketika singgah di Negeri Meureudu untuk menjumpai   Tgk   Japakeh,   panglima   perang yang akan dibawanya untuk menyerang Portugis di Semenanjun Malaka. 

Mesjid ini terletak di Gampong Meunasah Mayang Lancok tak jauh dari Benteng Kuta Bate, kubu pertahanan yang dibangun oleh Sulthan Iskandar Muda pada masa itu. 

Purieh (pohon bambu) adalat alat yang di jadikan sebagai tangga untuk naik ke atas mesjid pada masa dahulu untuk mengumandangkan Azan sebagai pertanda telah masuknya waktu Shalat. Begitu juga kalau ada kabar berita yang akan di sampaikan kepada penduduk setempat. Maklum pada masa dahulu belum ada pengeras suara seperti sekarang ini, sehingga tempat yang lebih tinggi di anggap sangat strategis untuk menyampaikannya.

Untuk bisa naik keatas maka dibutuhkan Purieh (pohon bambu) yang tua dan keras supaya kuat untuk menahan orang yang naik keatasnya. Pada masa itu belumlah ada bangunan yang semegah sekarang ini, rata- rata bangunan pada masa itu terbuat dari kayu, baik itu rumah ataupun tempat-tempat ibadah.

Di dalam Masjid Kuta Batee terdapat sebatang Purieh yang sudah sangat lama sekali, bahkan pengurus Mesjid itu meyakini kalau umur Purieh tersebut seumuran dengan mesjid. Bahkan mareka menyakini kalau purieh itu peninggalan pada masa Kesultanan Iskandar Muda, hal ini mengingat mesjid tersebut di bangun pada masa Sultan Iskandar Muda berada di Meureudu. Ini di karenakan setiap Sultan Iskandar Muda masuk ke satu wilayah yang di pimpinnya selalu beliau membangun sebuah tempat ibadah.

Purieh tersebut hingga sekarang masih tersimpan rapi di dalam masjid Kuta Batee, tetapi bentuknya sudah. 

tidak seperti dulu lagi karena dimakan usia. Purieh tersebut sekarang dijadikan sebagai benda bersejarah oleh pengurus mesjid, setiap pengunjung yang ingin melihat purieh tersebut diperbolehkan.

Tujuan pengurus mesjid menyimpan purih tersebut sebagai saksi kepintaran orang-orang terdahulu, mareka memiliki keahlian dalam memilih benda yang bagus walaupun hidup dimasa dahulu. Zaman yang masih serba kekurangan ilmu teknologi dan alat-alat yang canggih.

Penulis: Tiara

Editor : Teuku Saifullah