Pengungsi Samalanga Kekurangan Air Bersih dan Makanan: Ratusan Warga Bertahan di Posko Seadanya
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -
Ratusan pengungsi di Gampong Meuliek dan Gampong Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, dikabarkan mulai kekurangan air bersih serta pasokan makanan sejak banjir melanda wilayah itu beberapa hari terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru karena para pengungsi sebagian besar terdiri dari perempuan, anak-anak dan lansia yang sangat bergantung pada bantuan harian.
Informasi tersebut disampaikan oleh Zamroni kepada awak media, Minggu (30/11). Ia menyebut bahwa sejak gelombang pengungsian mulai terjadi, distribusi bantuan belum merata, sementara kebutuhan warga semakin mendesak. “Air bersih sangat terbatas, makanan juga tidak mencukupi. Banyak warga hanya makan ala kadarnya,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di salah satu lokasi pengungsian, puluhan keluarga terlihat menempati teras bangunan untuk berlindung. Mereka menggelar tikar seadanya dan menjadikan sudut-sudut ruangan sebagai tempat istirahat. Suasana tampak padat, sementara aktivitas warga dilakukan dalam kondisi serba terbatas. Anak-anak duduk berdekatan, sementara para perempuan menjaga barang-barang mereka agar tetap aman.
Zamroni menambahkan, selain masalah kekurangan air bersih, para pengungsi mulai mengeluhkan minimnya perlengkapan tidur serta kebutuhan sanitasi. “Mereka membutuhkan air untuk mandi, cuci, minum, tapi persediaannya hampir tidak ada. Ini harus segera ditangani sebelum menimbulkan persoalan kesehatan,” katanya. Ia juga meminta pihak terkait memperhatikan kebutuhan khusus anak-anak dan balita yang rentan terhadap penyakit.
Hingga kini, bantuan yang masuk disebut belum mampu menjangkau seluruh titik pengungsian. Sebagian warga terpaksa mengandalkan bantuan dari relawan sekitar dan sumbangan masyarakat secara mandiri. Akses menuju beberapa lokasi pengungsian juga dilaporkan sulit dilalui karena kondisi jalan yang masih berlumpur dan licin pascabanjir.
Zamroni berharap pemerintah daerah, terutama BPBD dan dinas sosial, segera mempercepat penanganan serta pendistribusian bantuan agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi. “Ini situasi darurat. Jangan sampai warga bertahan tanpa air, tanpa makanan, tanpa kepastian. Mereka sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya. (**)









