24 Januari 2022
Daerah

Nelayan Lhok Tgk Di Laweung Tagih Janji KKP

Liputangampongnews.id - Nelayan Lhok Tgk Di Laweung di Gampong Kupula, Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, Aceh, menagih janji yang pernah dilontarkan oleh penasehat pada Kementerian KKP, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, bahwa akan mengeruk/ membangun kuala/ muara tempat pendaratan ikan (TPI).

Adi Jamai, PJ Abu laot Lhok Tgk Di Laweung Jum’at (26/11) kepada liputangampongnews.id menyatakan kondisi kuala saat ini sangat memprihatinkan, semakin parah dan semakin dangkal hingga para nelayan mangalami kesulitan keluar masuk muara saat berlayar.

“Padahal pada Rabu, 12 Agustus 2020 lalu, Abusyik (Bupati Pidie) bersama robongan penasehat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS berkunjung sampai kesini,” akui Abu laot Adi

Saat itu Pemerintah pernah berjanji bahwa muara (kuala) akan dibangun ditahun 2021, akan tetapi sampai saat ini sudah mau berakhir tahun 2021 belum juga dihiraukan oleh Pemerintah, mulai dari tingkat Kabupaten sampai Pusat.” cerutu Abu laot didampingi para nelayan.

Dalam kesempatan yang sama, Adinur salah serang nelayan kepada awak media ini menceritakan keluhannya, bahwa Kuala tempat mereka bersandar perahu saat pulang melaut kondisinya sangat parah. 

“Saat kami ingin belayar dan masuk kuala para nelayan harus menunggu air pasang. Apabila pasang air laut naik, kami nelayan sebelum pergi berlayar ke laut terlebih dahulu harus memindah perahu ke bibir laut walaupun belum saatnya berangkat. Jika tidak mengeluarkan perahu saat air pasang, berarti kami tidak bisa mencari rezeki dan keluarga kami makan apa,” ceritakan Adinur

Kurang lebih satu tahun para Nelayan menunggu janji dari pemerintah dibangunnya kuala, namun sampai saat ini belum pernah disentuh. Kami para nelayan Lhok Tgk Di Laweung sangat berharap kepada pemerintah peduli dengan keadaan kami para nelayan.

Jika pun Pemerintah pusat belum bisa memenuhi janjinya, Pemkab Pidie bisa mencarikan jalan keluarnya untuk segera melakukan perbaikan kuala di tempat kami. “Apabila kuala itu tidak dibangun maka kami mengalami kesulitan dan mejadi kewalahan saat mencari rezeki berlayar ke laut.” ungkap Mursada nelayan lainnya. (Harmadi)

logologologologologologo
logologologologologologologo