22 Maret 2026
Daerah

Berkedok Bukber, Oknum Guru P3K Diduga Lakukan Pelecehan, Penetapan Tersangka Dinanti

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDLembaga swadaya masyarakat (LSM) Komite independen penyelamat anak bangsa wilayah NTB Kipang NTB Budima SH mendesak pihak Aparat penegak hukum (APH) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) polres Bima Kota, meminta Polda NTB Ambil alih dan Langkah tegas agar kasus pelecehan seksual tersebut tidak di pertanyakan Publik.

Adapun informasi yang dihimpun dari berbagai sumber yang tidak ingin namanya disebutkan, mengatakan terduga pelaku dan korban merupakan status keluarga/keponakan. Terkait hal ini kami dari LSM Kipang NTB, mendorong pihak (PPA) Polres Bima Kota dan menyoroti kasus yang menimpah anak dibawah umur. Pelajar seorang siswi SMAN 1 Ambalawi di Desa Nipa dengan modus acara buka bersama (BUKBER), di bulan Ramadhan hampir sebulan untuk segera di adili atas terduga pelaku oknum guru P3K paruh waktu (PW) inisial ADF. Sesuai hukum serta aturan, perundangan-undangan yang berlaku tanpa pandang bulu. Ucap Budiman SH 

Desakan ini merupakan kritik terkait kinerja Kepolisian Polres Bima Kota dan menjadi sorotan tajam bagi kami selaku NGO NTB, agar oknum pelaku pelecehan seksual wajib di tahan serta mengeluarkan press release, supaya masyarakat dan publik tau sejauh mana langkah pihak APH PPA tersebut menjalankan tugas sebagai mengayom serta melayani masyarakat, jangan karena pihak tersangka orang bermodal lalu memberikan peluang untuk melarikan diri dari tanggungjawab. Ungkap Budiman Mbojo 

Beberapa bulan lalu mengenai tiga orang Oknum institusi kepolisian Polres Bima Kota karena menjadi sorotan publik dan nasional, jangan sampai kasus pelecehan seksual dibiarkan berkeliaran serta belum di tetapkan sebagai tersangka, maka desakan masyarakat akan merusak citra Polres Bima.

Dugaan kami pihak Oknum (PPA) polres Bima Kota telah melanggar SOP sehingga kasus ini mandek di kolom meja para oknum APH PPA polres Bima, dengan adanya laporan dari pihak kelurga korban yang di lecehkan oleh oknum guru terduga pelaku. Sangat miris jika tidak di atensi khusus, oleh sejumlah pihak termasuk komisi perlindungan anak yang ada di Bima maupun provinsi ntb. Ujarnya 

Pertanyaan kami, apakah oknum pelaku ini adalah orang kaya atau ada kaitan dengan kelurga pejabat sehingga tidak di sikapi dengan serius olh pihak APH PPA tersebut. Harapan besar pihak kelurga korban kepada Bapak kapolres Bima yabg ada di panda, agar hal ini wajib di tanggapi dengan serius karna menyangkut hak asasi manusia dan anak di bawah umur yag sengaja di lecehkan oleh pelaku merupakan Murid yang di ajarkan di disekolah tersebut dengan nafsu bejat. 

Demi nama baik institusi mendesak kapolres Bima Kota yang menggantikan eks Kapolres tersandung kasus narkotika, kami sangatlah bangga dengan kinerja anda saat ini bila skandal dugaan kasus pelecehan seksual terhadap pelajar di sedang di amankan belum ditetapkan TSK.

Tapi pertanyaan kemudian, apakah tau tentang kasus amoral yang diduga sengaja di simpan rapi oleh para oknum penyidik hari ini. lalu kenapa kasus ini mandek dan pelaku masih ditahan jika memang tidak melakukan, jadi tentu yang kami menduga ada pola konsep lain sehingga kasus ini di abaikan oleh oknum PPA tersebut. Beber Ketua Kipang NTB 

Sumber tersebut yang tidak ingin namanya disebutkan dalam media liputanampongnews.id menyampaikan, hal kami meyakini bahwa proses hukum tetap konsisten untuk di kawal sampai keputusan pengadilan. Nanti simak selengkapnya dan ini sembari menunggu SP2HP. 

Pihak keluarga korban belum bisa menanggapi pertanyaan, karena menunggu ayahnya pulang dari jakarta. Oleh peristiwa ini kami akan terus mengawasi dan mengawal tidak ada kata RJ. Ungkap singkat saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp pribadinya 

Isu ini jadi sorotan publik saat dikonfirmasi serta lakukan klarifikasi dan semoga kepala sekolah, untuk meluangkan waktunya menanggapi pertanyaan secara serius. Agar tidak menjadi asumsi liar serta Hoax, dikalangan masyarakat yang diberitakan.

Jika memang benar adanya kejadian tersebut, diharapkan kepala sekolah harus transparan dan akuntabel demi nama baik sekolah. Jangan menutupi pertanggung jawaban bapak sebagai pemimpin. 

Adapun tanggapan disampaikan oleh pihak sekolah, "Itu sudah ditangani pihak kepolisian adinda, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum, secara administratif juga sudah ada di sampaikan pada KCD Dinas Kabupaten Bima dan Kota Bima Dikbud NTB, melalui pengawas pendidikan". Ungkap singkat pihak sekolah melalui Humas. (ARY)