28 Mei 2026
Kisah

Ketika Kepedulian Menjadi Jalan Hidup

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDi Dusun Lhoknga, Desa Mesjid Tuha, Meureudu, ada seorang lelaki yang memilih menjalani hidup dengan cara yang mungkin tidak banyak dipilih orang lain. Namanya Khairuddin, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan sapaan sederhana: Aroel.

Bukan pejabat, bukan orang kaya, dan bukan pula sosok yang gemar tampil mencari pujian. Aroel hanyalah seorang pemuda setengah baya yang menjadikan kepedulian sebagai jalan hidupnya. Di tengah kesibukan dan kerasnya kehidupan, ia tetap menyisihkan waktu, tenaga, bahkan pikirannya untuk membantu masyarakat kecil dan anak-anak yatim.

Sebagai Koordinator Lapangan LSM lokal Masyarakat Pidie Jaya Peduli (MAS Pijay Peduli), Aroel sering terlihat berada di garis depan kegiatan sosial. Mulai dari membantu warga kurang mampu, menggalang bantuan, hingga membagikan daging qurban kepada anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan.

Baginya, kebahagiaan bukan soal memiliki segalanya. Kebahagiaan adalah ketika melihat orang lain tersenyum karena merasa diperhatikan. Ada ketulusan yang terpancar dari setiap langkahnya — bekerja tanpa banyak bicara, membantu tanpa berharap balasan.

Anak-anak yatim memiliki tempat tersendiri di hatinya. Ia memahami bahwa mereka tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga kasih sayang dan perhatian. Karena itulah, setiap kegiatan sosial yang dijalankan selalu menghadirkan suasana hangat dan kebersamaan.

Di zaman ketika banyak orang sibuk membangun citra, Aroel justru memilih membangun manfaat. Ia membuktikan bahwa kemanusiaan tidak membutuhkan kemewahan. Cukup hati yang peduli dan niat yang tulus.

Kisah Aroel mengajarkan satu hal sederhana: bahwa hidup akan lebih berarti ketika kehadiran kita mampu menjadi harapan bagi orang lain.

Sebab pada akhirnya, bukan tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi seberapa banyak tangan yang bisa kita bantu untuk bangkit.(**)