Kasus Penganiayaan Timses di Pendopo Wabup Pidie Jaya, Terduga Tuding Korban Rekayasa Visum
Foto : Hasan Basri | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Terduga kasus Bogem mentah gratis, Hasan Basri yang menjabat Wakil Bupati Pidie Jaya, buka suara terkait dugaan penganiayaan terhadap mantan tim suksesnya, Zikrillah, di Pendopo Wabup Pidie Jaya pada Senin malam, 30 Maret 2026 lalu.
Saat dikonfirmasi awak media online, Hasan membantah mengundang Zikrillah dalam rapat malam itu.
Ia menyebut Zikrillah telah dilarang masuk oleh petugas keamanan karena rapat penting sedang berlangsung.
"Zikri tidak saya undang ke pendopo karena saat itu sedang berlangsung rapat penting dan sudah dilarang oleh satpam.
Pantup juga sudah menyampaikan jangan masuk. Zikri bukan juru bicara pemerintah," kata Hasan, Jumat (31/7/2026).
Hasan mengaku telah mendatangi rumah Zikrillah untuk meminta maaf atas peristiwa tersebut. Namun, ia tidak merinci soal dugaan kontak fisik yang dilaporkan terjadi.
"Saya juga sudah datang ke rumah beliau untuk meminta maaf," ujarnya.
Hasan kemudian mempersoalkan visum yang dilakukan Zikrillah tiga hari setelah kejadian. Ia bahkan menuding hasil visum tersebut direkayasa.
"Zikri melakukan visum setelah tiga hari kejadian. Menurut saya, visum itu rekayasa," katanya.
Awak media juga mengkonfirmasi tudingan itu langsung kepada Zikrillah. Ia langsung membantah san menegaskan visum dilakukan sesuai prosedur dan atas perintah penyidik.
"Visum saya dilakukan sesuai prosedur. Perintah visum dari penyidik. Silakan konfirmasi langsung kepada polisi atau dokter yang melakukan pemeriksaan," ujar Zikrillah, Kamis (6/8/2026).
Zikrillah menegaskan dirinya tidak pernah merekayasa visum sebagaimana ditudingkan Hasan Basri. (***)






