22 September 2026
Daerah

282 Rumah Rampung Dikerjakan, Pidie Jaya Siapkan Bantuan Tahap Kedua untuk 7.540 Rumah

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDSetelah menyelesaikan rehabilitasi 282 rumah warga terdampak bencana pada tahap pertama, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kini bersiap memasuki tahap berikutnya. Bantuan untuk ribuan rumah rusak ringan dan sedang segera diproses, sementara pembangunan kembali rumah rusak berat juga mulai disiapkan, Selasa (22/9).

Plt Kalak BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan rehabilitasi 282 rumah pada tahap pertama telah rampung 100 persen. Dari jumlah tersebut, 269 penerima manfaat telah menerima bantuan masing-masing Rp30 juta. Sementara 13 penerima lainnya tidak dapat dicairkan karena sejumlah kendala administrasi, termasuk penerima yang telah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK). Dana yang tidak tersalurkan tersebut telah dikembalikan kepada pemerintah pusat.

Memasuki tahap kedua, bantuan akan menyasar 3.980 rumah rusak ringan dan 3.560 rumah rusak sedang. Selain itu, terdapat 2.268 rumah rusak berat yang akan dibangun kembali secara mandiri oleh penerima manfaat melalui skema hunian tetap (huntap) mandiri atau in situ. Seluruh data tersebut telah diverifikasi dan ditelaah oleh Inspektur Utama (Irtama) BNPB pada 16 September 2026.

“Untuk rehabilitasi rumah rusak ringan dan sedang tahap kedua, proses verifikasinya sudah selesai di tingkat pusat. Saat ini sedang dipersiapkan proses pencairannya. Begitu juga pembangunan huntap mandiri atau in situ,” ujar Okta, Selasa (22/9/2026).

BPBD Pidie Jaya mengingatkan masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat agar segera melengkapi dokumen persyaratan, terutama surat kepemilikan tanah dan dokumen administrasi untuk pembukaan rekening serta pencairan bantuan. Bagi penerima yang telah meninggal dunia, keluarga juga diminta memastikan ahli waris yang ditunjuk tercantum dalam KK agar proses pencairan dapat dilakukan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, pembangunan 110 unit huntap komunal di Gampong Pohroh segera dimulai oleh Kementerian PKP dengan lahan yang telah tersedia. Dari total kebutuhan 739 unit huntap, masih terdapat 629 unit yang belum terakomodasi. Pemkab Pidie Jaya telah mengusulkan penambahan tersebut melalui revisi rencana induk kepada Bappenas dan mendapat lampu hijau.

Kementerian PKP juga memberikan respons positif terhadap usulan tersebut. Dengan demikian, pemulihan hunian korban bencana kini memasuki fase lanjutan, mencakup rehabilitasi rumah hingga pembangunan kembali hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. (**)