Guru TPA se Aceh Butuh Pelatihan
Foto : Dr. Mulia Rahman MA, Ketua Umum BKPRMI Aceh (tengah) diantara pengurus TPA se Aceh | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di Aceh, guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) dipelosok desa selama ini minim pembinaan. Padahal, melalui pelatihan para ustaz dan ustazah mendapat amanah untuk menjalankan berbagai metode dan kurikulum terbaru dalam kegiatan keseharian di TPA.
“Untuk menciptakan generasi qur’ani sejak dini, maka butuh pelatihan atau penguatan kapasitas bagi ustaz-ustazah yang mengajar di lembaga TPA di seluruh Aceh. Tapi selama ini pelatihan itu sangat minim di sejumlah desa,” ujar DR. Mulia Rahman, SPd, MA selaku Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh pembina LPPTKA saat mengisi materi Pelatihan Guru TPA/TKA Angkatan I dan II Tahun 2022 di Grand Arabia Hotel Banda Aceh, Senin (7/3).
Mengingat pentingnya pemahaman kurikulum terbaru dalam pengembangan kelembagaan TPA/TKA, Mulia berharap Dinas Syariat Islam (DSI) di kabupaten/kota melakukan pembinaan secara berkesinambungan setiap tahunnya, sehingga guru-guru TPA/TKA mampu bersaing dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
“Kita mengapresiasi Pemerintah Aceh, karena melalui Dinas Syariat Islam masih melakukan pembinaan guru TPA dalam skala umum di Aceh. Tetapi hal ini tidak cukup, karena pengiriman peserta sangat terbatas. Untuk itu perlu dilanjutkan di kabupaten/kota dengan menghadirkan pemateri dari peserta yang pernah mengikuti pelatihan yang sama di tingkat provinsi hingga berbasis di desa-desa,” jelas Mulia.
Terkait peran legislatif di DPR kabupaten/kota, Mulia berharap untuk memperhatikan sektor pendidikan jenjang TPA/TKA, karena ustaz-ustazah selama ini telah mengajar mencerdaskan generasi qur’ani tanpa pamrih, baik pembelajaran yang dilakukan di masjid-masjid maupun di TPA/TKA.
“Kualitas dan mutu pendidikan TPA/TKA akan tergambar dalam perhelatan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) setiap tahunnya di kabupaten/kota. Ajang ini tentu menjadi titik evaluasi guru-guru TPA/TKA,” timpa Mulia Rahman.
Sementara Kepala Dinas Syariat Islam Pemerintah Aceh, DR EMK Alidar, S.Ag, M.Hum, ketika membuka Pelatihan Guru TPA/TKA Se-Aceh, menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan mutu guru jenjang TPA/TKA. “Kita berharap, setelah mengikuti pelatihan ini nantinya para ustaz-ustazah lebih aktif dan kreatif dalam mendidik santri,” katanya.
Guru TPA/TKA, lanjut EMK, harus lebih terampil dalam mengajar. Tidak hanya menguasai ilmu agama dan pendidikan, tetapi harus mampu bersenandung islami dan bercerita, sehingga santri usia emas itu lebih mudah dalam membentuk karakter berdasarkan nilai-nilai keagamaan.
“Guru TPA/TKA juga harus mampu menguasai IT, karena zaman sekarang adalah era digitalisasi, sehingga siapapun yang menguasai IT tentu akan mampu merebut peluang yang ada,” ujar EMK Alidar, seraya berharap ke depan BKPRMI dapat terus bersinergi dalam bersama Pemerintah Aceh dalam meningkatkan SDM guru TPA/TKA di Aceh. (Ridha)