21 April 2026
Daerah

Japakeh Award : Afriyani Sosok Guru Penggerak di Pidie Jaya

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMalam itu, langit seolah ikut merayakan. Di sebuah ruang yang dipenuhi cahaya dan tepuk tangan, nama-nama yang selama ini bekerja dalam senyap akhirnya dipanggil ke depan panggung. Satu per satu, guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan menerima “Japakeh Award” sebuah penghargaan yang bukan sekadar simbol, tetapi jejak dari pengabdian panjang yang sering luput dari sorotan.


Di balik senyum haru para penerima, tersimpan cerita tentang ruang-ruang kelas sederhana, tentang papan tulis yang tak selalu sempurna, dan tentang tekad yang tak pernah padam. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari berdiri di garis depan, membentuk masa depan tanpa banyak bicara. Penghargaan ini seperti jeda sejenak, memberi ruang bagi publik untuk melihat lebih dekat dedikasi yang selama ini berjalan dalam diam.

Sosok Afriyani, S.Pd menjadi salah satu yang paling menyita perhatian malam itu. Tiga penghargaan sekaligus ia raih sebuah capaian yang bukan lahir dari keberuntungan, melainkan dari konsistensi dan kerja keras yang teruji.

Afriani, Ia bukan sekadar pendidik, namun juga penggerak perubahan, yang membawa semangat pembelajaran mendalam hingga ke ruang-ruang yang membutuhkan sentuhan inovasi.

Di sudut lain, para guru dari berbagai jenjang tampak saling bertukar senyum dan cerita. Dari SMP hingga TK, masing-masing membawa kisah perjuangan yang berbeda. Ada yang berjuang mengenalkan teknologi seperti koding dan kecerdasan buatan, ada pula yang tekun membangun fondasi karakter anak-anak sejak usia dini. Semua cerita itu berpadu menjadi satu, tentang dedikasi tanpa pamrih demi masa depan generasi.

Bupati Pidie Jaya dalam sambutannya tidak sekadar berbicara tentang penghargaan. Ia mengajak hadirin untuk melihat lebih dalam makna di baliknya. Baginya, guru bukan hanya profesi, tetapi fondasi kemajuan daerah. “Apa yang mereka lakukan hari ini menentukan masa depan generasi kita,” ucapnya.

Malam penghargaan itu akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menerima piala, tetapi tentang pengakuan terhadap sebuah perjalanan panjang. Japakeh Award menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan sebuah daerah, selalu ada tangan-tangan guru yang bekerja dengan hati. Dan di Pidie Jaya, kisah itu terus ditulis setiap hari, di setiap kelas, oleh mereka yang memilih untuk mengabdi. (**)