14 Juni 2026
News

PLN Buka Suara soal Anggapan Token Listrik Lebih Boros dari Pasca Bayar

Foto : Dok. Google Images | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -  Anggapan bahwa token listrik lebih boros dibandingkan listrik pasca bayar masih sering berkembang di tengah masyarakat. Namun, PT PLN (Persero) menyebutkan bahwa perbedaan sistem pembayaran listrik tidak memengaruhi besar kecilnya konsumsi listrik pelanggan. Dilansir KOMPAS.com edisi 14 Juni 2026, besarnya pemakaian listrik tetap ditentukan oleh penggunaan energi dan daya perangkat elektronik di rumah.

Manajer Komunikasi, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari mengatakan, baik pelanggan prabayar maupun pascabayar sama-sama menggunakan satuan pengukuran listrik berupa kilowatt hour (kWh). Tarif listrik juga ditentukan berdasarkan golongan tarif dan daya pelanggan, bukan sistem pembayarannya.

“Terkait anggapan bahwa listrik prabayar atau token lebih boros dibandingkan listrik pasca bayar, perlu kami sampaikan bahwa hal tersebut tidak benar,” ujar Dana, Selasa (9/6). Ia menjelaskan, perbedaan utama kedua layanan tersebut hanya terletak pada waktu pembayaran, di mana pelanggan prabayar membeli token lebih dulu, sedangkan pelanggan pascabayar membayar setelah penggunaan selama satu bulan.

Menurut Dana, apabila token listrik terasa lebih cepat habis, hal itu umumnya dipengaruhi pola penggunaan listrik di rumah. Penggunaan perangkat elektronik berdaya besar seperti AC, pompa air, rice cooker, dispenser, kulkas, setrika, hingga mesin cuci secara bersamaan dapat meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan.

PLN juga menyebut sistem prabayar justru memudahkan pelanggan memantau pemakaian listrik harian karena sisa kWh dapat langsung terlihat pada meteran. Sementara pada sistem pascabayar, jumlah pemakaian baru diketahui saat tagihan bulanan diterbitkan. Karena itu, pelanggan diimbau rutin mengecek penggunaan listrik dan menggunakan perangkat elektronik secara bijak.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto menjelaskan, pelanggan dapat mengetahui konsumsi daya listrik secara real-time melalui kode “09” pada meteran listrik prabayar. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan kode meter listrik yang beredar di media sosial karena berpotensi mengganggu fungsi meteran listrik. (**)