Bantuan Tahap Pertama Belum Tuntas, Pidie Jaya Usulkan Tahap Kedua Rp92 Miliar
Foto : Bupati Pidie Jaya, Sibral berbincang santai dengan Kemensos RI Gus Ipul | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meminta penyelesaian bantuan tahap pertama sekaligus mengusulkan bantuan tahap kedua bagi ribuan keluarga terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA bersama Kepala Dinas Sosial P3A, saat menemui langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di Ruang Kerja Mensos, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).
Bupati Sibral meminta bantuan Jaminan Hidup (Jadup), Isi Hunian, dan Stimulus Ekonomi tahap pertama yang belum seluruhnya tersalurkan untuk segera direalisasikan bagi warga yang telah memenuhi persyaratan dan hasil verifikasi.
Bupati Sibral menyebutkan masih ada sekitar 2.000 kepala keluarga (KK) yang belum memperoleh seluruh bantuan tahap pertama. Di sisi lain, Pemkab Pidie Jaya mengajukan bantuan tahap kedua untuk 7.560 KK atau 23.638 jiwa, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp92 miliar.
Warga yang masuk usulan tahap kedua merupakan masyarakat terdampak yang belum terakomodasi dalam bantuan tahap pertama.
Sementara, Kepala Dinas Sosial P3A Pidie Jaya, Azahariadi, mengatakan pihaknya terus mengawal pendataan, verifikasi, dan validasi untuk memastikan data penerima sesuai kondisi di lapangan.
“Data penerima harus bersih, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan agar proses pengusulan dan penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan,” kata Ari Khan
Menurutnya, verifikasi juga dilakukan terhadap calon penerima bantuan tahap kedua agar masyarakat yang belum terakomodasi sebelumnya dapat diusulkan berdasarkan data terbaru.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Pidie Jaya didampingi sejumlah jajaran Pemkab Pidie Jaya berharap pemerintah pusat mendukung penyelesaian bantuan tahap pertama sekaligus merealisasikan usulan tahap kedua untuk membantu masyarakat melanjutkan pemulihan pascabencana. (*)







