Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Lintas, BAI Aceh Timur Desak PUPR Aceh Turun Tangan
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Sejumlah warga bersama anggota Satgasus BAI Aceh Timur menanam pohon pisang di badan jalan lintas Medan - Banda Aceh di wilayah Darul Aman sebagai bentuk protes atas lambannya perbaikan jalan yang berlubang. Kondisi ini telah menimbulkan banyak keluhan dari pengguna jalan dan menyebabkan kecelakaan.
Razali, perwakilan BAI Aceh Timur yang akrab disapa Nyakli Maop, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh untuk segera melakukan perbaikan permanen terhadap jalan lintas provinsi di Desa Mantang Geutoe, Grong-Grong, hingga Desa Benot, Aceh Timur. Ia menyebut lubang-lubang di jalan tersebut sudah sangat parah, bahkan berpotensi menyebabkan kendaraan terbalik.
"Kerusakan ini sudah berlangsung lama dan terus memburuk, terutama di musim hujan. Kami khawatir semakin banyak korban yang jatuh ke dalam lubang-lubang ini. Kami mendesak PUPR Aceh segera bertindak agar tidak ada lagi korban," ujar Razali.
Fadli, seorang warga Darul Aman, juga mengungkapkan kekhawatirannya.
"Hampir setiap hari saya melihat pengendara terjatuh akibat lubang di jalan ini. Kami berharap dinas terkait segera memperbaiki agar tidak ada lagi korban, terutama saat musim hujan seperti sekarang," katanya.
Keuchik Mantang Geutoe, M. Taleb, membenarkan adanya korban kecelakaan di sekitar wilayahnya. Ia bersama warga telah menanam pohon pisang di salah satu lubang besar dekat kantor kecamatan sebagai bentuk protes.
"Kami juga menimbun beberapa lubang dengan batu dan tanah untuk mengurangi risiko kecelakaan. Namun, ini hanya solusi sementara. Sudah lebih dari 20 hari jalan ini dibiarkan tanpa tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa aksi menanam pohon pisang adalah simbol kekecewaan masyarakat terhadap minimnya perhatian pemerintah daerah dan dinas terkait.
"Jika tidak ada tindakan segera, kami bersama masyarakat dan korban kecelakaan akan menutup lubang-lubang ini dengan cara kami sendiri," tegas M. Taleb.
Masyarakat berharap perhatian serius dari pemerintah Aceh Timur dan PUPR Aceh agar permasalahan ini dapat segera terselesaikan. (R)