09 Agustus 2026
Wisata

Tak Cuma Kesenian, Turis Usia Lanjut Asal Brazil Antusias 'Ulek' Adonan Boh Rom-Rom di Aceh Jaya

Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDLembayung senja tak menyurutkan semangat para anggota delegasi Friendship Force International (FFI) Brazil untuk terus menyelami dan meresapi kearifan lokal di tanah Serambi Mekkah.

Setelah terpukau oleh pertunjukan kebudayaan mistis-eksotis Rapa’i Dabus dan pesona keindahan alam Kota Calang, para wisatawan senior asal Negeri Samba ini diajak merasakan pengalaman budaya yang lebih personal.

Aksi kuliner interaktif berlangsung hangat di sela-sela agenda wisata Aceh Jaya, Sabtu (8/8/2026). Para peserta diajak meracik langsung jajanan tradisional khas Aceh, Boh Rom-Rom, atau yang dikenal sebagai onde-onde Aceh. Suasana pun semakin akrab ketika mereka tak hanya mencicipi, tetapi juga turut mengenal proses dan kekayaan cita rasa kuliner tradisional Aceh.

Diperagakan langsung oleh salah seorang anggota FFI Banda Aceh, Irmayani, para peserta diajarkan langkah demi langkah membuat kudapan manis favorit warga Aceh tersebut.

​Mulai dari mencampur tepung ketan dengan perasan daun pandan alami, membentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kecil, mengisinya dengan irisan gula merah, hingga melapisinya dengan parutan kelapa gurih saat kue selesai direbus.

​Meski sebagian besar anggota delegasi sudah berusia lanjut, antusiasme mereka tak kalah dari anak muda. Canda tawa dan gelak riang mewarnai lokasi acara ketika para turis lansia ini mencoba membulatkan adonan dengan jemari mereka sendiri.

​Irmayani menjelaskan bahwa mengenalkan Boh Rom-Rom bukan sekadar menyajikan makanan, melainkan membagikan nilai kehangatan dan kebersamaan khas masyarakat Aceh.

​"Kami ingin mereka tak hanya menjadi penonton, tetapi ikut merasakan prosesnya. Boh Rom-Rom punya filosofi kebersamaan yang sederhana namun berkesan, dan ternyata mereka sangat menikmatinya," ujar Irmayani di sela-sela kegiatan.

Sensasi lelehan gula merah yang 'meletup' di mulut saat gigitan pertama memicu decak kagum para wisatawan. Bagi mereka, paduan gurihnya kelapa dan manisnya gula aren memberikan cita rasa unik yang baru pertama kali mereka rasakan.

​Program Journeys yang diusung FFI ini terbukti sukses membangun jembatan emosional antarbudaya. Melalui interaksi langsung seperti live-cooking Boh Rom-Rom ini, para turis asal Brazil tidak hanya pulang membawa kenangan indah tentang pemandangan alam Aceh, tetapi juga pengalaman manis tentang kehangatan tradisi dan kuliner lokal yang memikat hati. (*)