Bupati Pidie Jaya Dorong Perbaikan Jalan Lintas Provinsi, Aspal Hotmix Mulai Dikerjakan
Foto : Pihak Dinas PUPR Aceh mulai melakukan penanganan perbaikan jalan provinsi pada ruas jalan Iskandar Muda tepatnya di depan Mapolsek Meureudu. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus mendorong Pemerintah Aceh menangani kerusakan jalan lintas provinsi di wilayah tersebut, meski kewenangan ruas jalan itu berada di tingkat provinsi.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh mulai melakukan penanganan permanen berupa pengaspalan hotmix pada ruas jalan Iskandar Muda terutama di depan Mapolsek Meureudu, Selasa (22/9).
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi MA (Nyak Syie), mengatakan perbaikan itu merupakan hasil koordinasi Pemkab Pidie Jaya dengan Pemerintah Aceh dan legislatif untuk merespons kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang lebih baik.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah merespons usulan kami untuk perbaikan jalan ini, mulai dari penampalan hingga sekarang dilakukan pengaspalan hotmix. Dengan perbaikan ini, masyarakat akan lebih mudah dan nyaman melintasi jalan tersebut,” ujar Sibral saat meninjau pekerjaan.
Menurutnya, koordinasi juga dilakukan dengan Ketua DPRA dan anggota DPRA daerah pemilihan II, termasuk Aiyub Abbas, untuk mendorong penanganan berbagai kebutuhan infrastruktur di Pidie Jaya.
Selain perbaikan pada titik yang mengalami kerusakan, Pemkab Pidie Jaya juga mendorong penanganan ruas Trienggadeng–Batas Bireuen secara lebih permanen. Sibral menyebut Detail Engineering Design (DED) pembangunan jalan dua jalur pada ruas tersebut telah selesai.
Realisasi pembangunan jalan dua jalur itu direncanakan mulai dilakukan pada 2027 dengan anggaran Pemerintah Aceh.
“Ini langkah yang kita harapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Kita tidak hanya berbicara tentang perbaikan titik-titik yang rusak, tetapi juga bagaimana jalan ini ke depan dapat dibangun dengan perencanaan yang lebih baik. Insya Allah tahun 2027 nanti akan dibangun secara permanen,” katanya.
Sibral berharap dukungan Pemerintah Aceh dan DPRA terhadap pembangunan tersebut terus berlanjut hingga rencana pembangunan dua jalur dapat direalisasikan secara bertahap.
Sembari menunggu pembangunan skala besar, ia meminta kerusakan di sejumlah titik lain pada jalan lintas provinsi tetap ditangani agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
“Kita mengakui masih banyak kerusakan di jalan lintas ini. Harapan kami, Pemerintah Provinsi dapat melakukan penanganan seperti di lokasi ini sehingga masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PUPR Aceh, Miswar, mengatakan penanganan di depan Mapolsek Meureudu merupakan perbaikan permanen menggunakan aspal hotmix. Setelah pengaspalan, ruas jalan tersebut dikeraskan dan dipadatkan menggunakan alat berat.
“Ini perbaikan permanen. Kami menggunakan material dan aspal hotmix, kemudian dilakukan pengerasan dan pemadatan menggunakan alat berat Bomag,” kata Miswar. (*)






