04 April 2025
Peristiwa

Setelah Tiga Hari Tenggelam Nelayan di Trienggadeng Ditemukan Jadi Mayat

Foto : Proses ditemukan mayat yang baru didaratkan di pantai Panteraja | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDNelayan asal Gampong Sagoe Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya, Sulaiman (58), yang dikabarkan tenggelam di perairan Trienggadeng dan Panteraja telah ditemukan pada Rabu (11/9/2024) sekitar pukul 11.25 WIB.

Sulaiman sebelumnya dilaporkan hilang tiga hari lalu pada Senin (9/9/2024) pagi setelah tenggelam saat melaut, yang memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR Pidie Jaya dan Bireuen. Tim SAR yang terlibat dalam pencarian tersebut telah bekerja tanpa henti selama tiga hari terakhir. 

Jasad/ mayat nelayan itu ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut dikawasan Trienggadeng atau sekitar dua mil di atas rakit/ apung pemancingan wisata islami Trienggadeng. Penemuan ini menjadi akhir dari upaya pencarian yang intens di tengah cuaca dan kondisi laut yang menantang.

"Sambil melaut nelayan juga mencari jika ada tanda-tanda adanya manyat dan akhirnya menemukan jasad Sulaiman sekitar 2 mil dari lokasi rakit terapung wisata di Trienggadeng." Akui Pawang Ansari pemilik apung tersebut.

Kondisi manyat saat ditemukan sudah gembungbdan mulai membusuk karena sudah tiga hari terendam air laut." Kata Ansari 

Kabid Darlog BPBD Pidie Jaya, Sulaiman Khariadi, mengatakan bersama tim gabungan dari Tim SAR Pidie Jaya, SAR Bireuen, PMI Pidie Jaya, TNI-POLRI Pidie Jaya dan BPBD Pidie Jaya dapat dilaporkan bahwa korban tenggelam di laut, Sulaiman (58) telah dilakukan pencarian selama 3 hari sampai pukul 11.25 WIB.

"Korban telah ditemukan disekitaran tuah (perangkap ikan) laut Trienggadeng ditemukan oleh nelayan dan dievakuasi oleh tim SAR yang lagi melakukan pencarian." Demikaian laporan disampaikan Kalak BPBD Pidie Jaya melalui Kabid Darlog.

"Saat jasad ditemukan pada pukul 11.25 WIB. Kondisi tubuh korban saat ditemukan sudah menunjukkan tanda-tanda mulai membusuk akibat terpapar air laut selama berhari-hari." Tutur Sule sapaan akrab Kabid Darlog

Meskipun demikian, penemuan ini memberikan kelegaan bagi pihak keluarga yang selama ini menantikan kabar.

Setelah ditemukan, jenazah Sulaiman segera dievakuasi oleh relawan PMI Pidie Jaya. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan segera, mengingat kondisi fisik korban yang telah memburuk. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga.

Keluarga korban yang telah menunggu dengan cemas selama tiga hari terakhir merasa bersyukur atas kerja keras tim SAR dan relawan yang terlibat dalam proses pencarian. 

Sulaiman, mengingatkan masyarakat, terutama para nelayan, agar lebih waspada dan memprioritaskan keselamatan saat melaut, mengingat cuaca yang tidak menentu dapat menimbulkan risiko tenggelam atau kecelakaan lainnya di laut. (**)