12 Oktober 2026
Budaya

Ratusan Pelajar Meriahkan Lomba Catoe Rimueng di Museum Rumoh Aceh Pidie Jaya

Foto : Peserta permainan tradisional Aceh Catoe Rimueng sedang bersiap berlaga. | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Ratusan pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs mengikuti perlombaan permainan tradisional catoe rimueng (catur harimau) di Museum Rumoh Aceh, Cot Trieng, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (12/10/2026).

Kegiatan berlangsung merih yang digelar Museum Pidie Jaya bersama Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie Jaya tersebut berlangsung pada 12–16 Oktober 2026.

Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya tak benda dengan mengusung tema “Melestarikan Permainan Tradisional Aceh, Menumbuhkan Generasi Berbudaya”.

Pembukaan acara dilakukan Sekretaris Disdikbud Pidie Jaya, Muslim, yang turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pidie Jaya, Asril, Kabid Kebudayaan Marzuan, Kabid Pemuda Disporapar Samsuar, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Muslim mengatakan perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari. Namun, generasi muda perlu tetap mengenal dan memahami akar budayanya sendiri.

Menurutnya, permainan tradisional dapat menjadi sarana edukasi yang mendorong anak-anak lebih aktif beraktivitas di luar ruangan sekaligus mengenal kebudayaan lokal.

“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan yang mengajarkan kerja sama, sportivitas, kejujuran, serta melatih kreativitas dan kemampuan bersosialisasi,” ujar Muslim.

Sementara itu, Kepala Disporapar Pidie Jaya, Asril, menegaskan pelestarian permainan tradisional membutuhkan keterlibatan pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat agar warisan budaya tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Selain memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah, pelestarian permainan tradisional juga diharapkan dapat mendukung daya tarik wisata dan perkembangan pariwisata Pidie Jaya.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Pidie Jaya, Marzuan, juga atas nama panitia mengatakan catoe rimueng merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai sejarah sekaligus filosofi kehidupan yang relevan bagi pembentukan karakter generasi muda.

“Permainan tradisional adalah identitas budaya bangsa. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan karakter, kerja sama, kepemimpinan, disiplin, hingga kemampuan menyelesaikan masalah,” kata Marzuan.

Selain lomba catoe rimueng, kegiatan tersebut selanjutnya juga diramaikan perlombaan cerita jameun dalam bahasa Aceh yang diikuti puluhan pelajar tingkat SD dan SMP.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Pidie Jaya berharap generasi muda semakin mengenal permainan tradisional, memperkuat interaksi sosial, serta menumbuhkan kebersamaan dan semangat berkompetisi secara sehat tanpa bergantung pada perangkat elektronik. (*)