Ramadhan Berkah, Boh Timon Wah Laris Manis di Bundaran Kota Meureudu
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Memasuki bulan suci Ramadhan, pedagang "Timun Suri" atau yang akrab disebut masyarakat Aceh sebagai "Boh Timon Wah" mulai diserbu pembeli. Buah berwarna hijau kekuningan dengan daging lembut dan kandungan air melimpah ini menjadi salah satu menu favorit untuk minuman berbuka puasa. Di pusat Kota Meureudu, tepatnya di bundaran kota, lapak sederhana milik Mandani atau yang akrab disapa Apa Ni tampak ramai didatangi warga sejak sore hari.
Dengan senyum ramah, Apa Ni melayani pembeli yang silih berganti memilih timun suri segar yang ditata rapi di atas meja kayu. Setiap hari selama Ramadhan, ia mengaku mampu menjual 40 hingga 50 buah timun suri. Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa di luar bulan puasa. “Alhamdulillah laris manis selama bulan suci Ramadhan, InsyaAllah berkah,” ujarnya penuh syukur.
Menurut Apa Ni, timun suri yang dijualnya didatangkan langsung dari Paru, kawasan yang dikenal sebagai sentra petani timun suri menjelang Ramadhan. Setiap musim puasa tiba, para petani di kawasan tersebut memang sengaja menanam lebih banyak untuk memenuhi tingginya permintaan pasar. Kesegaran buah menjadi kunci utama agar pelanggan tetap setia.
Dari segi harga, Apa Ni memastikan jualannya tetap terjangkau untuk semua kalangan. Ia membanderol timun suri dengan harga mulai dari Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per buah, tergantung ukuran. Harga tersebut dinilai masih ramah di kantong masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan.
Timun suri biasanya diolah menjadi minuman segar campuran sirup, gula, dan es batu. Rasanya yang manis dan menyegarkan sangat cocok untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Tak heran jika setiap menjelang waktu berbuka, lapak Apa Ni selalu dipenuhi pembeli yang ingin memastikan stok timun suri untuk keluarga di rumah.
Kini, Apa Ni yang menetap di Gampong Beunot, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, berharap keberkahan Ramadhan terus menyertai usahanya. Baginya, Ramadhan bukan hanya soal meningkatnya penjualan, tetapi juga tentang berbagi rezeki dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang telah setia mendukung usahanya dari tahun ke tahun. (**)









