50 Anak Yatim dan Korban Banjir Ikut Sunnatan Massal Gratis Bersama Faisal Gahru
Foto : Peserta Sunnatan massal gratis bersama Faisal Gahru mendapatkan santunan. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harapan baru menyapa puluhan anak yatim dan korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya. Melalui kegiatan bertajuk “Sunnatan Massal Ramadhan 2026 Bersama Faisal Gahru”, sebanyak 50 anak mendapatkan layanan khitan gratis, Sabtu (21/2).
Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisal Gahru, ini dipusatkan di Klinik Al Munawwarah, Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Kegiatan berlangsung semarak dengan melibatkan unsur dayah dan politisi lintas tingkatan mulai DPRK Pidie Jaya, DPR Aceh dan DPR RI.
Dukungan datang dari Pimpinan Dayah Darul Munawwarah, Dr. Abi H. Anwar Usman, S.Pd.I., MM yangblazim lakab Abiya Kuta Krueng. Serta Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud dan Heri Ahmadi, Ketua DPC PKB Pidie Jaya.
Sebanyak 50 anak yang mengikuti khitanan massal ini berasal dari Pidie Jaya hingga Samalanga, Kabupaten Bireuen. Selain mendapatkan layanan medis secara cuma-cuma, para peserta juga menerima bingkisan serta santunan khusus bagi anak yatim.
Sebelum proses khitan dimulai, Abiya Kita Krueng memimpin prosesi tepung tawar sebagai simbol doa dan harapan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial menjelang Ramadhan.
“Khitan adalah bagian dari syariat Islam. Namun hari ini, kita juga ingin meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga yang terdampak banjir. Menjelang Ramadhan, semoga ini menjadi keberkahan dan kebahagiaan bagi anak-anak kita,” ujar Abiya.
Sementara itu, perwakilan panitia, Fakhrol, menegaskan bahwa seluruh proses medis dilakukan secara profesional dan higienis oleh tenaga kesehatan di Klinik Al Munawwarah. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran nyata wakil rakyat di tengah masyarakat.
Momentum berbagi ini pun berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Di tengah suasana Ramadhan yang kian dekat, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah bukan hanya soal ritual, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian nyata bagi mereka yang membutuhkan." Pungkas Fakhrol. (**)









