Pidie Jaya Siapkan Pembangunan Labkesmas, Uji Sampel Tak Perlu Lagi ke Luar Daerah
Foto : Tim Labkesmas Kementerian Kesehatan RI perwakilan Aceh saat berkunjung ke DInkes Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus mematangkan persiapan rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di kabupaten setempat.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Pidie Jaya, Eddy Azwar, SKM, M.Kes, menyampaikan hal itu setelah menerima kunjungan tim Labkesmas Kementerian Kesehatan RI perwakilan Aceh yang dipimpin Kepala Balai Labkesmas Banda Aceh, Dr. Jontari, S.Kep., MPH, Senin (12/10/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut audiensi Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, sekaligus untuk memastikan kesiapan lahan dan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pembangunan serta operasional laboratorium.
“Anggarannya memang belum terinci, namun pembangunan direncanakan pada tahun anggaran 2027, di Kompleks Perkantoran Cot Trieng, Meureudu.” ujar Eddy.
Fasilitas ini nantinya diharapkan bisa mempercepat pemeriksaan sampel makanan dan air serta memperkuat deteksi dini penyakit.
Ia menjelaskan, selama ini pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan air harus dilakukan di luar daerah, seperti Banda Aceh atau Bireuen.
Kehadiran Labkesmas di Pidie Jaya diharapkan memangkas waktu pemeriksaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kejadian luar biasa (KLB), termasuk keracunan makanan dan pencemaran air akibat bakteri.
Selain itu, Dinkes-KB Pidie Jaya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Labkesmas Kemenkes RI wilayah Aceh terkait pemeriksaan HPV DNA untuk mendukung deteksi dini kanker serviks pada perempuan.
Ke depan, Labkesmas direncanakan menyediakan berbagai layanan pemeriksaan, termasuk medical check-up (MCU), baik secara mandiri maupun berdasarkan rujukan tenaga medis.
Pemkab Pidie Jaya juga merencanakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan serta penyusunan regulasi tarif layanan.
Menurut Eddy, selain meningkatkan akses pelayanan kesehatan, laboratorium tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Memang pembangunan Labkesmas masih dalam tahap persiapan. Besar harapan fasilitas tersebut segera dibngun sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat." Pungkas Eddy. (*)



.jpg)


