BANJIR PIDIE JAYA
Luput dari Data, 21 Siswa Korban Banjir di SDN 13 Meureudu Terabaikan Bantuan
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Siswa SDN 13 Meureudu yang berasal dari gampong yang terdampak banjir bandang dan lumpur di Kabupaten Pidie Jaya terungkap luput dari perhatian bantuan resmi. Penelusuran lapangan menunjukkan sedikitnya 21 siswa asal Gampong Blang Awe yang bersekolah di SDN 13 Meureudu (Rungkom) terdampak langsung bencana, namun tidak tercatat sebagai penerima bantuan pendidikan pasca bencana.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait akurasi pendataan korban, khususnya bagi siswa yang sekolahnya berada di luar zona terdampak, tetapi domisili mereka masuk dalam wilayah merah bencana. Akibat kelalaian tersebut, para siswa harus kembali ke sekolah tanpa perlengkapan dasar, bahkan sebagian kehilangan seragam dan alas kaki karena tersapu banjir.
Koordinator Children, Youth & Disabilities for Change (CYDC), Fajrillah, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Yayasan ISTAID dan Komunitas Belangang Tanoh baru memfasilitasi bantuan School Kit bagi 21 siswa tersebut pada Jumat (31/01/2026). Bantuan yang diberikan meliputi tas sekolah, pakaian, serta perlengkapan alat tulis sebagai kebutuhan mendesak agar anak-anak tetap bisa belajar dengan layak.
“Ini menjadi catatan penting. Jangan sampai ada lagi siswa yang terabaikan hanya karena sekolahnya tidak berada di lokasi banjir, sementara gampong tempat tinggal mereka masuk zona merah. Bisa jadi seragam mereka hanyut, sepatu pun tidak tersisa,” tegas Fajrillah, menyoroti lemahnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana.
Ia menekankan bahwa pendekatan bantuan selama ini masih terlalu berbasis lokasi sekolah, bukan pada kondisi riil siswa sebagai korban. Pola ini dinilai berpotensi melanggengkan ketimpangan, di mana anak-anak korban bencana justru harus menanggung beban psikologis dan sosial karena kelalaian sistem pendataan.
Selain penyaluran School Kit, Fajrillah juga menyebut bahwa siswa lain yang tidak terdampak langsung tetap dilibatkan dalam kegiatan pembagian bu prang sebagai bentuk khanduri dan penguatan kebersamaan. Namun demikian, ia mengataLuput dari Data, 21 Siswa Korban Banjir di SDN 13 Meureudu Terabaikan Bantuankan bahwa bantuan utama harus tetap berpihak pada korban, dan pemerintah daerah didesak segera memperbaiki mekanisme pendataan agar tragedi “korban yang tak tercatat” tidak terus berulang. (TS)









