Kuala Ulim Dangkal, Wakil Ketua II DPRK Pidie Jaya Dorong Pengerukan Segera Dilakukan
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Wakil Ketua II DPRK Pidie Jaya, Rusydi Abdullah, SE, dari Partai PKB turun langsung meninjau kondisi Kuala Ulim yang saat ini mengalami kedangkalan dan dikeluhkan oleh para nelayan setempat. Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena mulai menghambat aktivitas nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut, Senin (22/6).
Dalam kunjungan tersebut, Rusydi didampingi oleh Fajri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya Okta Handipa, Zulfahmi, Ketua Forum Keuchik, Abu Laot Kecamatan Ulim serta sejumlah tokoh masyarakat dan nelayan di kawasan Kuala Ulim.
Mereka melihat langsung kondisi kuala yang semakin dangkal akibat sedimentasi. Para nelayan mengeluhkan kesulitan saat hendak keluar maupun masuk ke kawasan tersebut. Sejumlah boat nelayan bahkan harus menunggu pasang air laut agar dapat melintasi kuala dengan aman. Situasi ini tidak hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga berpotensi mengurangi pendapatan masyarakat pesisir.
Rusydi Abdullah mengatakan, persoalan pendangkalan Kuala Ulim harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah karena menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat nelayan. Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, maka dampaknya akan semakin besar terhadap sektor perikanan di wilayah tersebut.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Meureudu, Meurah Dua, dan Ulim itu berharap adanya langkah cepat berupa pengerukan Kuala Ulim agar aktivitas nelayan kembali normal. Ia juga berkomitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat pesisir melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun instansi terkait.
Kehadiran Rusydi di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga setempat. Sosok yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan itu dinilai responsif dalam menindaklanjuti aspirasi rakyat kecil. Masyarakat berharap hasil peninjauan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga persoalan pendangkalan Kuala Ulim dapat teratasi dan aktivitas nelayan kembali lancar. (**)








