Plt. Kadis Sosial Pidie Jaya Responsif, Rumah Janda Miskin dan Anak Putus Sekolah Langsung Diasesmen
Foto : Pendamping PKH Kecamatan Trienggadeng, Melakukan Assesment ke Rumah Rosnani | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Harapan baru mulai menyapa Muhammad Irfan (12), anak yatim dari keluarga miskin yang tinggal di gubuk reyot di Gampong Peulandok Teungoh, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Setelah sempat putus sekolah saat duduk di bangku kelas II SMP karena himpitan ekonomi, Irfan kini dipastikan melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat (SR) tahun 2026.
Perhatian terhadap nasib bocah tersebut datang dari Plt Kepala Dinas Sosial dan P3A Pidie Jaya, Azhariadi, M.Si. Pejabat yang akrab disapa Ari Khan itu mengaku terpanggil setelah mengetahui langsung kondisi kehidupan Irfan bersama ibunya, Rosnani, janda miskin yang hidup di rumah tidak layak huni dan kini menderita sakit gula darah.
“Anak ini putus sekolah saat kelas II SMP karena faktor biaya. Kondisi keluarganya memang sangat memprihatinkan,” ujar Ari Khan, Jumat, (15/5). Menurutnya, pendidikan anak-anak dari keluarga miskin tidak boleh terhenti hanya karena persoalan ekonomi dan keterbatasan hidup.
Alumnus IPB yang dikenal responsif dan peka terhadap persoalan sosial dan kemiskinan itu langsung bergerak cepat dengan menginstruksikan pendamping PKH Kecamatan Trienggadeng turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen terhadap kondisi keluarga Rosnani. Pendamping PKH telah melakukan wawancara dan verifikasi langsung ke rumah Bu Rosnani tadi siang, sebut Ari Khan.
“Anak ini InsyaAllah menjadi target kami untuk dimasukkan ke Sekolah Rakyat periode 2026,” kata Ari Khan. Program tersebut diharapkan menjadi jalan bagi Irfan untuk kembali mendapatkan hak pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik di tengah keterbatasan ekonomi yang dialaminya.
Tak hanya soal pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga mulai memberi perhatian terhadap kondisi tempat tinggal keluarga itu. Ari Khan mengatakan bahwa dirinya telah berkonsultasi dan meminta arahan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi terkait rumah Rosnani yang dinilai sangat tidak layak huni. Bahkan, Bupati bersama Kadis Sosial dan Kadis PUPR dijadwalkan akan mengunjungi langsung rumah Rosnani di Trienggadeng pada esok siang untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Rosnani berharap kehadiran Bupati Pidie Jaya, Kadis PUPR dan Kadis Sosial ke rumahya, dapat meringankan beban mereka, semoga Pak Bupati dan Pak Kadis PUPR dapat membantu satu unit rumah sederhana untuk kami, agar kami dapat hidup dengan layak. (**)






