Koordinator Aliansi Pemuda Pidie Jaya: Dua Pemimpin Hadapi Proses Hukum, Kepentingan Rakyat Jangan Terabaikan
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Koordinator Aliansi Pemuda Pidie Jaya, Muhammad Rizha, mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana yang kondusif di tengah dinamika pemerintahan dan proses hukum yang saat ini dihadapi dua pimpinan daerah Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (1/8).
Menurut Muhammad Rizha, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama agar berbagai kebutuhan masyarakat tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan sebagaimana mestinya. Apalagi, masyarakat Pidie Jaya masih menghadapi sejumlah persoalan pascabanjir serta berbagai kebutuhan dasar lainnya yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.
Ia mengatakan, masyarakat memberikan amanah kepada pemimpin melalui proses demokrasi dengan harapan terwujudnya pemerintahan yang mampu menghadirkan perubahan dan memberikan pelayanan terbaik. Karena itu, menurutnya, dinamika yang terjadi di tingkat elite pemerintahan hendaknya tidak sampai mengganggu roda pemerintahan maupun kepentingan masyarakat.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas. Proses hukum kita hormati dan biarkan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pada saat yang sama, pelayanan publik dan berbagai persoalan masyarakat juga harus terus berjalan dan mendapatkan perhatian,” kata Muhammad Rizha.
Ia juga mengimbau agar Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya dapat menjaga komunikasi serta tidak saling melempar tanggung jawab dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul. Menurutnya, perbedaan pandangan maupun persoalan yang terjadi sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan tetap mengedepankan kepentingan daerah.
“Tidak perlu saling menyalahkan. Jika ada persoalan, mari diselesaikan melalui mekanisme yang ada. Masyarakat tentu berharap kedua pimpinan daerah tetap fokus menjalankan amanah dan memastikan pemerintahan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Muhammad Rizha menegaskan, Aliansi Pemuda Pidie Jaya akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan cara menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstitusional. Berbagai tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan, kata dia, diharapkan mendapat respons dan tindak lanjut yang jelas dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.
“Kami tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap aparat penegak hukum bekerja secara profesional, objektif dan independen. Jika dalam prosesnya ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Prinsipnya, hukum harus berlaku bagi siapa saja,” katanya.
Ia menambahkan, Aliansi Pemuda Pidie Jaya pada prinsipnya tidak menginginkan terjadinya ketegangan berkepanjangan yang justru dapat mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, pihaknya tetap akan menyuarakan aspirasi masyarakat apabila berbagai persoalan yang telah disampaikan tidak mendapatkan kejelasan.
“Kami berharap pemerintah membuka ruang komunikasi dan memberikan jawaban terhadap aspirasi masyarakat. Jika memang diperlukan, kami akan kembali menyampaikan aspirasi melalui aksi yang tertib dan sesuai ketentuan. Tujuan kami bukan memperkeruh keadaan, tetapi mendorong agar pemerintahan berjalan lebih baik dan kepentingan masyarakat Pidie Jaya tetap menjadi perhatian utama,” tutup Muhammad Rizha. (R)






