Kolaborasi Polisi, Dokter, dan Relawan Ringankan Beban Keluarga Miskin Lewat Sunat Gratis di Pidie Jaya
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di saat orang tua memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, secercah harapan datang bagi delapan anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pidie Jaya. Menjelang tahun ajaran baru, Aipda Jonni Rahmad, Kasium Polsek Panteraja Polres Pidie Jaya bersama dr. Andrea Saputra, Sp.B dan Relawan Bedah Chandra Winata menghadirkan bakti sosial sunat gratis di ruang Poli Bedah RSUD Pidie Jaya, Senin (6/7).
Bagi para orang tua, bantuan itu bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga bentuk kepedulian yang meringankan beban ekonomi keluarga. Kondisi ekonomi yang kian menantang, banyak keluarga harus memilih memenuhi kebutuhan pokok dan perlengkapan sekolah anak dibandingkan biaya khitan yang tidak sedikit. Kehadiran program sunat gratis pun menjadi jawaban atas kegelisahan mereka. Wajah-wajah penuh harap para orang tua dan anak-anak yang mengikuti khitan menjadi gambaran bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat membawa kebahagiaan yang besar.
Aipda Jonni Rahmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang ingin menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang mampu menyentuh kehidupan masyarakat. "Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga," ujarnya.
Sementara itu, dr. Andrea Saputra, Sp.B menyampaikan bahwa khitan merupakan tindakan medis yang penting bagi kesehatan anak. Karena itu, kolaborasi antara tenaga medis, aparat kepolisian, dan relawan diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Seluruh proses khitan dilaksanakan sesuai prosedur medis dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan anak-anak.
Saat banyak keluarga sedang berjuang menyambut tahun ajaran baru dengan segala keterbatasan, uluran tangan dari aparat kepolisian, tenaga kesehatan, dan relawan menghadirkan harapan baru. Bukan hanya membantu mengurangi beban biaya, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan akan selalu menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai kesulitan. (**)







