02 Oktober 2026
Daerah

Bupati Sibral Buka Ruang Usaha bagi Penyandang Disabilitas Pidie Jaya

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus memperluas pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Salah satunya melalui penyaluran bantuan modal usaha kepada 20 insan disabilitas yang diharapkan mampu memperkuat usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.


Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).

Bantuan modal diberikan berdasarkan potensi dan rencana usaha masing-masing penerima. Jenis usaha yang mendapat dukungan cukup beragam, mulai dari makanan dan minuman, kios dan kelontong, penjualan sembako, bengkel, servis elektronik, usaha keliling hingga peternakan ayam.

Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., M.E., mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sosial. Menurutnya, akses terhadap kesempatan berusaha juga penting agar penyandang disabilitas dapat membangun kemandirian ekonomi.

“Kita ingin penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Mereka bukan hanya penerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjadi pelaku usaha dan memberikan kontribusi bagi keluarganya,” ujar Sibral Malasyi.

Ia berharap modal yang diberikan dapat digunakan secara produktif dan menjadi titik awal bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara bertahap.
Bupati juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. Bantuan yang diterima, kata dia, tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan, tetapi harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat ekonomi keluarga.

“Kalau hari ini kita membantu dengan modal, ke depan kita berharap usaha mereka semakin berkembang. Pemerintah akan terus melihat ruang dukungan yang dapat diberikan agar masyarakat bisa semakin mandiri,” katanya.

Sebanyak 20 insan disabilitas menjadi penerima dukungan modal usaha dalam program kolaborasi tersebut. Bantuan disesuaikan dengan usaha yang telah dijalankan maupun rencana pengembangan usaha masing-masing penerima.

Sejumlah penerima menjalankan usaha gorengan, kue dan kue kering, minuman, jualan keliling, kios, kelontong dan sembako. Ada pula yang mengembangkan usaha bengkel, servis elektronik hingga peternakan ayam.
Keragaman jenis usaha tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh penyandang disabilitas apabila mendapatkan akses modal, pendampingan dan kesempatan yang memadai.

Karena itu, program pemberdayaan diarahkan tidak hanya pada pemberian modal, tetapi juga keberlanjutan usaha melalui pemantauan dan pendampingan agar penerima manfaat mampu mempertahankan serta mengembangkan usahanya dalam jangka panjang.

Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pidie Jaya, Azharyadi, S.Pi., M.M., yang akrab disapa Ari Khan, mengatakan pihaknya akan memantau perkembangan usaha para penerima manfaat. Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui kondisi usaha setelah bantuan diterima, termasuk berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan.

“Kami tidak ingin bantuan berhenti pada saat diserahkan. Dinas Sosial akan terus melihat perkembangan usaha para penerima. Kalau ada kendala, tentu akan kita koordinasikan dan melihat dukungan apa yang masih memungkinkan diberikan,” ujar Ari Khan.

Ia menjelaskan, penetapan penerima dilakukan melalui proses pendataan dan asesmen kebutuhan. Dengan demikian, bantuan dapat diarahkan pada jenis usaha yang sesuai dengan kemampuan, kondisi dan potensi masing-masing penerima.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pemberdayaan dan perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kemandirian.

Humanitarian Program Manager Plan Indonesia, Enos Ndaparefa, mengatakan dukungan terhadap penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya menciptakan kesempatan yang lebih setara dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Kami percaya penyandang disabilitas memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, kami berharap dukungan ini dapat membantu mereka membangun usaha dan meningkatkan kemandirian,” kata Enos.

Diketahui, kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Plan Indonesia sebelumnya juga dilakukan melalui sejumlah program dukungan ekonomi bagi masyarakat, termasuk kelompok disabilitas dan lansia produktif.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesejahteraan sosial. Masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan ketika menghadapi kesulitan, tetapi juga membutuhkan akses dan kesempatan untuk bangkit serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Bupati Sibral Malasyi mengatakan pemerintah daerah akan terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat. “Yang kita bangun bukan sekadar bantuan, tetapi kesempatan. Kita ingin masyarakat memiliki usaha, memiliki penghasilan dan mampu berdiri dengan kemampuan sendiri. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa berjalan sendiri,” pungkasnya. (**)