02 November 2026
News

Banleg DPRK Pidie Jaya Temui Menteri Ekraf, Bahas Pembentukan Dinas Budparkraf

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Badan Legislasi (Banleg) DPRK Pidie Jaya melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia guna mendorong pembentukan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Budparkraf) di Kabupaten Pidie Jaya. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan sekaligus mengoptimalkan potensi kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan pembangunan daerah.

Kunjungan rombongan Banleg DPRK Pidie Jaya tersebut disambut langsung Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, bersama jajaran kementerian. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban di ruang rapat Kementerian Ekonomi Kreatif RI. Dalam konsultasi tersebut, Banleg menyampaikan pentingnya pembentukan Dinas Budparkraf sebagai upaya mengintegrasikan pengelolaan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif agar lebih terarah, efektif, serta berkelanjutan.

Ketua Banleg DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail, menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan merupakan salah satu langkah strategis untuk menggali dan mengembangkan potensi daerah. Menurutnya, Pidie Jaya memiliki beragam kekayaan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, mulai dari seni dan budaya, kerajinan, kuliner khas daerah, UMKM, industri kreatif hingga pariwisata berbasis kearifan lokal. Potensi tersebut membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang serius agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia juga berpandangan bahwa sektor ekonomi kreatif harus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membuka peluang lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, pengembangan sektor ini juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, serta menghasilkan produk unggulan yang memiliki daya saing. Karena itu, keberadaan Dinas Budparkraf diharapkan mampu menghadirkan kebijakan dan program pembangunan yang lebih fokus terhadap pengembangan potensi lokal.

Rombongan Banleg DPRK Pidie Jaya yang mengikuti konsultasi tersebut terdiri atas Ketua Banleg Nazaruddin Ismail, Ketua Fraksi KPD T. Guntara, Wakil Ketua Banleg Juraida, Saed Syahrul, S.H., M. Lutfi, S.Kep., Bustami, S.H., Azrizal Saputra, Faisal, S.Pd., Samsul Bahri, Tenaga Ahli Drs. Bahrom Rasyid, serta Kabag Hukum DPRK Yurliana, S.H., M.H.

Melalui pertemuan tersebut, Banleg DPRK Pidie Jaya berharap terbangun sinergi dan dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat kelembagaan serta mengembangkan sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Nazaruddin menegaskan, pembentukan Dinas Budparkraf bukan sekadar perubahan struktur organisasi pemerintahan, melainkan langkah strategis untuk mengangkat identitas dan kekayaan lokal, menciptakan peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pidie Jaya, Senin (2/11).(**)