18 Februari 2026
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Jelang Ramadhan, Korban Banjir Pidie Jaya Butuh Sarung, Baju Koko dan Mukena

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID
Sejumlah korban banjir di Pidie Jaya, Aceh yang sempat diwawancarai awak media pada Selasa malam (17/2) mengungkapkan kebutuhan mendesak menjelang bulan suci Ramadhan bukan hanya soal dapur yang harus tetap mengepul. Selain beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya, mereka juga berharap ada perhatian terhadap kebutuhan ibadah yang sangat sederhana namun bermakna.

“Untuk makan memang penting, tapi kami juga ingin bisa ibadah dengan layak,” ujar salah seorang warga terdampak di Kecamatan Meureudu. Banyak perlengkapan shalat seperti sajadah dan mukena rusak terendam banjir, bahkan hanyut terbawa arus. Sebagian warga mengaku kini hanya memiliki satu set perlengkapan shalat, sementara kebutuhan dirumah ada beberapa anggota keluarga.

Bang Mur sakah seorang kepala keluarga juga menyebut kebutuhan kain sarung dan baju koko sebagai prioritas. Ramadhan bagi masyarakat Aceh bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga momen memperbanyak ibadah berjamaah di meunasah dan masjid. Tanpa sarung dan pakaian yang pantas, sebagian merasa kurang percaya diri untuk hadir dalam salat tarawih dan tadarus.

Sementara itu, para kaum ibu di Kecamatan Meurah Dua  menyampaikan kebutuhan mukena sebagai hal mendesak. Tidak sedikit mukena yang rusak akibat lumpur dan air banjir. Ada pula yang terpaksa berbagi satu mukena untuk dipakai bergantian di dalam keluarga.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pemulihan pasca-banjir tidak hanya soal fisik dan pangan, tetapi juga soal menjaga martabat dan kekhusyukan ibadah warga. Bantuan perlengkapan ibadah seperti kain sarung, sajadah, baju koko, dan mukena menjadi bagian penting agar korban banjir dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan bermakna. (**)