17 Februari 2026
Daerah

Misteri Jalur Satu Pintu Sapi Meugang PGE: Siapa Saja yang Menikmati?

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDKabar kurang sedap mewarnai persiapan tradisi Meugang di Aceh Utara. Bantuan sapi Meugang dari PT Pema Global Energi (PGE) yang tahun ini disalurkan melalui "satu pintu" via Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara memicu tanda tanya besar. Pasalnya, hingga Selasa (17/02/2026) H-1 jelang hari Meugang sejumlah desa di wilayah Ring 1 operasional perusahaan justru mengaku belum mendapat kejelasan.

Kebijakan Satu Pintu yang Membingungkan
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyaluran bantuan meugang kali ini dialihkan sepenuhnya ke tangan Pemkab. Humas PGE, T. Fachrizal, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil mengikuti instruksi pimpinan daerah.

"Untuk tahun ini, sesuai arahan Pak Bupati, bantuan diserahkan satu pintu melalui Pemkab Aceh Utara. Total ada 10 ekor sapi dari PGE untuk Pemkab," ujar Fachrizal saat dikonfirmasi.

Daftar Penerima Kabur, Ring 1 Terabaikan?

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), menyatakan bahwa 10 ekor sapi tersebut akan diprioritaskan untuk gampong dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) terbanyak. Namun, saat didesak mengenai detail desa mana saja yang menerima, jawaban yang diberikan terkesan mengambang.

Bupati menyebutkan pendistribusian sudah dilakukan sejak Minggu hingga Selasa ke beberapa wilayah seperti:

Kecamatan Langkahan
Kecamatan Dewantara
Kecamatan Lapang
Kecamatan Tanah Jambo Aye
Kecamatan Seunuddon
Kecamatan Syamtalira Bayu

Mirisnya, wilayah Ring 1 Point A (Cluster 1 hingga 4) yang meliputi Kecamatan Syamtalira Aron, Nibong, Tanah Luas, dan Matangkuli justru belum tersentuh. Padahal, kecamatan-kecamatan inilah yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan aktivitas eksplorasi migas PGE.

Saat ditanya mengenai nasib warga Ring 1, Ayahwa hanya menjawab singkat, "Sepuluh ekor sapi mana cukup untuk semua desa."

Keresahan Para Geuchik

Kondisi ini memicu kekhawatiran di tingkat akar rumput. Beberapa Geuchik (Kepala Desa) di wilayah Ring 1 Kecamatan Tanah Luas mengaku hingga Selasa sore belum menerima informasi apa pun terkait bantuan tersebut.

Warga khawatir, mekanisme "satu pintu" ini justru mengaburkan prioritas bantuan yang seharusnya menyasar masyarakat terdampak langsung operasional perusahaan. 

Muncul pula kekhawatiran bahwa skema pembagian ini akan berbeda nasibnya dengan bantuan daging Meugang dari Presiden yang lebih terstruktur.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di sekitar Cluster 1-4 masih menunggu kepastian: apakah mereka akan menikmati daging Meugang dari "tetangga" mereka sendiri (PGE), atau hanya menjadi penonton di rumah sendiri.

Pewarta: Fadly P.B