Hujan Ekstrem Picu Banjir Besar di Pidie Jaya, Ratusan Rumah di Deah Pangwa Ikut Terendam
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Ratusan rumah warga di Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam. Genangan air memenuhi seluruh kawasan permukiman dan melumpuhkan aktivitas warga sejak dini hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan air menggenangi hampir seluruh rumah tanpa terkecuali. Ketinggian air bervariasi, namun di sejumlah titik yang berada dekat aliran sungai, debit banjir dilaporkan mencapai dua meter. Banyak barang elektronik dan perabotan rumah tangga warga tidak dapat diselamatkan akibat deras dan cepatnya kenaikan air.
Seluruh warga terpaksa mengungsi ke Meunasah serta rumah-rumah penduduk yang memiliki lantai dua. Anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi prioritas dalam proses evakuasi mandiri, mengingat arus air di beberapa titik cukup deras. Sejumlah pemuda bersama warga lainnya terus bahu-membahu membantu penyelamatan sambil menunggu bantuan resmi tiba.
Saiful, salah seorang warga Deah Pangwa, mengatakan banjir kali ini datang sangat cepat dan memicu kepanikan. “Air naik tiba-tiba. Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Yang penting kami selamat dulu,” ujarnya dengan wajah cemas, Rabu (26/11).
Tak hanya Deah Pangwa, sejumlah gampong lain di Kecamatan Trienggadeng juga terendam. Hampir seluruh kemukiman di wilayah tersebut terdampak banjir, terutama kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai. Beberapa kecamatan lain di Pidie Jaya turut melaporkan kondisi serupa akibat intensitas hujan ekstrem yang terus berlangsung.
Warga menyebut banjir ini sebagai yang terparah dalam satu dekade terakhir. Tingginya curah hujan ditambah meluapnya sungai utama, seperti Krueng Meureudu dan Krueng Beuracan, membuat banjir meluas dengan cepat. Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di lokasi pengungsian mandiri sambil berharap hujan segera mereda. Sementara itu, sejumlah pengungsi mandiri mulai mengeluhkan gatal-gatal pada kulit akibat kondisi lingkungan yang tergenang banjir. (**)






