05 Maret 2026
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Bansor Cair, Pedagang Kuliner di Pidie Jaya Kebanjiran Pembeli Saat Ramadhan

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Aroma kue-kue tradisional yang baru matang memenuhi udara sore di kawasan Keude Jangkabuya, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kamis (5/3). Menjelang waktu berbuka puasa, deretan lapak kuliner tampak dipadati warga yang berburu takjil. Suasana pasar Ramadan itu menghadirkan pemandangan khas: para pedagang sibuk melayani pembeli, sementara warga memilih aneka hidangan untuk berbuka, mulai dari kue basah hingga makanan khas daerah.

Di antara pedagang yang merasakan berkah Ramadan adalah Lina, penjual kue rumahan yang setiap sore membuka lapaknya di Keude Jangkabuya. Dengan senyum ramah, Lina mengaku penjualannya meningkat tajam selama bulan suci. Ia mengatakan mampu menjual hingga sekitar 500 kue hasil buatannya sendiri setiap hari. “Alhamdulillah, kalau Ramadan begini memang ramai. Kadang sebelum magrib kue sudah hampir habis,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Ratna, pedagang kuliner lainnya di kawasan yang sama. Menurutnya, Ramadan selalu menjadi momentum paling baik untuk meraup cuan. Ratusan warga datang silih berganti membeli aneka takjil di lapaknya. “Setiap sore ramai sekali. Banyak yang belanja untuk berbuka bersama keluarga,” katanya.

Amatan awak media di lapangan menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat Pidie Jaya meningkat cukup signifikan. Perputaran uang di kalangan masyarakat terlihat lebih hidup dibandingkan hari-hari biasa. Para pedagang kuliner, penjual martabak, hingga pedagang mie Aceh mengaku dagangan mereka laris manis sejak beberapa hari terakhir.

Sejumlah warga menyebut meningkatnya daya beli masyarakat juga dipengaruhi oleh pencairan bantuan stimulus ekonomi dan stimulan isian hunian dari Kementerian Sosial Republik Indonesia sebesar Rp8 juta per keluarga penerima manfaat. Dana tersebut membuat uang beredar lebih merata di tengah masyarakat, sehingga banyak warga memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan, termasuk membeli makanan berbuka.

“Walaupun ini terjadi di masa pemulihan bencana, tapi terasa sekali nuansa ekonomi kerakyatan,” kata Umar, warga Bandar Baru. Menurutnya, kehadiran bantuan tersebut tidak hanya membantu warga, tetapi juga turut menggerakkan sektor usaha kecil dan UMKM lokal yang menggantungkan harapan pada ramainya pasar Ramadhan. (**)