03 Agustus 2026
Internasional

DMDI Aceh Pelajari Budidaya Buah Tin Modern di Malaysia, Perkuat Kerja Sama Agrobisnis

Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID | Shah Alam, Malaysia — Delegasi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Aceh melakukan studi budidaya buah tin modern di Kebun Buah Tin Al Kautsar Eduqids, Shah Alam, Malaysia, Senin (27/7/2026). 

Kunjungan yang dipimpin Ketua DMDI Aceh, Drs. Aidi Kamal, MM, dan diprakarsai Ketua Umum DMDI Indonesia, H. Said Aldi Al Idrus, ini bertujuan memperkuat kerja sama agrobisnis Malaysia–Aceh sekaligus mendorong pengembangan komoditas buah tin sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat Aceh.

Rombongan disambut langsung oleh pemilik Kebun Buah Tin Al Kautsar Eduqids, Dato' Dr. Capt. Bakhtiar Aliff Ibrahim. Dalam kunjungan tersebut, delegasi memperoleh pemaparan mengenai budidaya buah tin, mulai dari teknik pembibitan, sistem penanaman modern, perawatan tanaman, hingga pengenalan berbagai varietas unggulan serta strategi meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil panen.

Ketua DMDI Aceh, Drs. Aidi Kamal, MM, mengapresiasi kesediaan Dato' Dr. Capt. Bakhtiar Aliff Ibrahim berbagi pengalaman dan pengetahuan. Menurutnya, buah tin memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan di Aceh karena didukung kondisi iklim yang sesuai serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal lahirnya sentra-sentra perkebunan buah tin modern di Aceh. Pertanian harus dipandang sebagai sektor usaha yang inovatif, bernilai ekonomi, dan mampu melahirkan wirausahawan muda di bidang agrobisnis," ujar Aidi Kamal.

Sementara itu, Dato' Dr. Capt. Bakhtiar Aliff Ibrahim menyatakan komitmennya mendukung pengembangan budidaya buah tin di Aceh melalui pelatihan, transfer teknologi, dan pendampingan bagi petani serta generasi muda. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui program pelatihan di Shah Alam maupun dengan mengirimkan tenaga instruktur ke Aceh.

Melalui kerja sama ini, DMDI Aceh berharap pengembangan perkebunan buah tin dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta mendorong lahirnya pelaku usaha muda di sektor pertanian modern.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan melahirkan inovasi di bidang agrobisnis, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, dan mendukung Aceh menjadi salah satu daerah penghasil buah tin berkualitas di Indonesia. (**)