Dari Tikar Pandan hingga Bibit Coklat F1, IWAPI Pidie Jaya Tampilkan Inovasi UMKM Perempuan di Ajang MTQ
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di tengah kemeriahan ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-37, kehadiran stan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Pidie Jaya mencuri perhatian pengunjung. Stan ini menjadi etalase kreativitas dan hasil tangan pengusaha perempuan daerah yang berkomitmen mengangkat potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal ke panggung lebih luas.
Ketua IWAPI Pidie Jaya, Nurdaidah, S.Pd, mengatakan bahwa keikutsertaan IWAPI dalam MTQ kali ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi juga bagian dari upaya nyata memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM perempuan. “Kami membawa berbagai produk unggulan lokal seperti kue kering, supet, loyang, keripik, kerupuk, kacang peyek, hingga kerupuk khas produksi UMKM Dayah Husen Meurah Dua,” ujarnya.
Selain produk olahan pangan, IWAPI juga menampilkan aneka hasil kerajinan tangan seperti tikar pandan tradisional, baik tika duek maupun tikar panjang untuk tamu yang menjadi simbol kearifan lokal dan masih digemari masyarakat Aceh. Tidak hanya itu, produk pertanian seperti bibit coklat F1 dan klonal unggulan, serta pinang betara, turut dipamerkan sebagai bukti bahwa sektor UMKM di Pidie Jaya tak hanya kuat di bidang kuliner, tapi juga agribisnis.
Menariknya, IWAPI juga membuka ruang bagi produk berbasis kesehatan alami seperti herbal dan ramuan tradisional untuk vitalitas tubuh. Menurut Nurdaidah, diversifikasi produk ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Pidie Jaya semakin kreatif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar yang dinamis. “Hari ini saja, sudah lebih dari 250 pengunjung singgah ke stan kami. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” tambahnya.
Nurdaidah menyatakan bahwa IWAPI Pidie Jaya terus berkomitmen untuk menjadi wadah kolaborasi dan pembinaan bagi pelaku UMKM lokal. “Bila ada pelaku UMKM di Pidie Jaya yang ingin memasarkan produknya, silakan berkoordinasi dengan IWAPI. Kami siap membantu dan membuka akses jaringan,” tuturnya.
Sebagai organisasi yang telah berkiprah lebih dari 50 tahun di Indonesia, IWAPI kini memperluas peran hingga ke level internasional. Melalui hub internasional IWAPI, pihaknya siap memfasilitasi produk-produk unggulan daerah agar dapat menembus pasar ekspor. “Kita ingin produk UMKM Pidie Jaya tidak hanya dikenal di Aceh, tapi juga di luar negeri,” pungkas Nurdaidah dengan penuh semangat.
Ajang MTQ Aceh ke-37 ini pun menjadi momen penting bagi IWAPI Pidie Jaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan UMKM bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkret menuju kemandirian dan kemajuan ekonomi daerah. (**)






