Tampil Perdana, Group Fahmil Quran Putri Pidie Jaya Raih Nilai Tertinggi di MTQ Aceh ke 37
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Cabang Fahmil Quran Putri menjadi salah satu ajang bergengsi dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-37 yang diikuti oleh para peserta putri terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Dalam cabang ini, tim putri tuan rumah, Kabupaten Pidie Jaya, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih nilai tertinggi dan mengungguli Kabupaten Aceh Utara di posisi kedua serta Aceh Barat di posisi ketiga.
Keberhasilan ini melanjutkan jejak gemilang yang sehari sebelumnya juga ditorehkan oleh cabang Fahmil Quran Putra Pidie Jaya, yang berhasil melaju ke babak semifinal. Dua capaian prestasi ini menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pidie Jaya.
Di bawah bimbingan dr. Muamar, para peserta cabang Fahmil Quran putri ditempa bukan hanya untuk cerdas menjawab soal, tetapi juga memahami makna dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap ayat suci. “Kami berusaha menanamkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang bagaimana Al-Qur’an menjadi cahaya dalam kehidupan mereka,” ujar dr. Muamar, Senin (3/11).
Menurutnya, perjalanan menuju keberhasilan ini dipenuhi dengan doa, disiplin, dan kerja keras. Setiap malam para peserta berlatih dan bermuhasabah bersama, menguatkan niat bahwa perjuangan ini bukan semata-mata untuk penghargaan, melainkan bentuk pengabdian kepada Allah SWT. “Alhamdulillah, mereka tampil luar biasa,” tambahnya.
Tiga sosok yang mengharumkan nama Pidie Jaya tersebut adalah Kayza Izzatil Afrah, Zurriya Karami, dan Iffa Aidina. Ketiganya tampil penuh percaya diri, menjawab setiap pertanyaan dengan ketenangan dan ketepatan yang mencerminkan kedalaman ilmu. Mereka tak hanya menunjukkan kecerdasan, tetapi juga akhlak santun dan ketawadhuan yang menyejukkan hati para juri dan penonton.
Keberhasilan cabang Fahmil Quran putri ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Qurani mampu melahirkan generasi muda yang unggul dan berkarakter Islami. Dengan dukungan para guru dan doa masyarakat, Pidie Jaya terus melangkah dalam cahaya dakwah dan ilmu, menjadi teladan bagi daerah lain di Aceh.
Di akhir perlombaan, gema takbir dan rasa syukur mengiringi langkah para peserta yang kembali ke pemondokan. Wajah-wajah bahagia itu menyiratkan satu pesan mendalam: siapa pun yang berjuang di jalan Allah akan selalu dijaga dan dimuliakan oleh-Nya. (**)






