04 April 2025
Daerah

BPBD Pidie Jaya Update Banjir, Ribuan Rumah Terendam di Beberapa Kecamatan

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya melaporkan hujan deras yang terjadi pada 22 hingga 23 November 2024 telah mengakibatkan banjir yang meluas di beberapa kecamatan. Banjir tersebut merendam ratusan rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian, serta memaksa evakuasi sejumlah warga.

Di Kecamatan Bandar Barua, Desa Keude Lueng Putu tercatat 213 rumah terendam, dengan 376 kepala keluarga (KK) terdampak. Fasilitas umum yang terdampak antara lain 3 unit TK/PAUD, 5 unit SD/MI, 4 unit SMP/MTS, 4 unit SMA/MA, 1 unit KUA, 1 unit Polsek, 1 unit Koramil, 70 unit toko, 2 ha sawah, dan 2 unit dayah. Di Desa Poeb Nibong, 83 rumah terendam dan 83 KK terdampak. Fasilitas umum yang terendam antara lain 1 unit balai desa, 25 ha sawah, serta longsor sepanjang 30 meter. Desa Siren, Desa Mns. Tutong, dan Desa Blang Glong juga dilanda banjir, yang menyebabkan 180 rumah terendam dan 180 KK terdampak. Selain itu, 3 unit fasilitas umum dan 12 ha sawah juga terendam. Desa Mns. Ara, Desa Udeung, dan Desa Manyang Lancok mengalami dampak serupa dengan 145 rumah terendam dan 215 KK terdampak, serta 1 unit sekolah, 8 ha sawah, 4 ha tambak, dan 1 unit dayah terendam.

Kecamatan Panteraja juga dilanda banjir, dengan desa-desa seperti Desa Tunong Panteraja, Desa Teungoh Panteraja, Desa Masjid Panteraja, Desa Muka Blang, dan Desa Hagu terendam. Sementara itu, di Kecamatan Trienggadeng, Desa Deah Pangwa dan Desa Teumanah juga terendam banjir.

Di Kecamatan Meureudu, Desa Beurawang, Desa Masjid Tuha, Desa Mns. Lhok, dan Desa Kuta Trieng terendam banjir, dengan sebagian besar warga terpaksa dievakuasi oleh tim SAR.

Kecamatan Meurah Dua mengalami dampak terparah, dengan desa-desa seperti Desa Mns. Bie, Desa Mns. Raya, Desa Dayah Kruet, Desa Beuringen, Desa Pante Beureune, Desa Mns. Mancang, dan Desa Dayah Usen terendam. Tim SAR dan BPBD Pidie Jaya melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di daerah rawan banjir.

Banjir ini tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas umum seperti sekolah-sekolah, balai desa, dan tempat ibadah. Selain itu, banyak lahan pertanian, termasuk sawah dan tambak, terendam, yang berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Pemerintah daerah melalui BPBD Pidie Jaya, bersama dengan tim SAR, terus berupaya membantu evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Kalak BPBD Pidie Jaya, Muhammad Nur, mengungkapkan, “Kami terus memantau perkembangan situasi dan melakukan evakuasi kepada warga yang terjebak di daerah rawan banjir. Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk mengatasi bencana ini.”

Laporan ini bersifat sementara, dan BPBD Pidie Jaya akan terus memberikan pembaruan terkait perkembangan situasi banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak terkait demi keselamatan bersama. (**)